Makan Bergizi Gratis di Klaten

Dugaan Keracunan MBG di Tulung Klaten, Korban Capai 584 Orang

Korban dugaan keracunan MBG di Klaten mencapai 584 orang. Dari jumlah tersebut 17 dirawat inap.

Tayang:
TRIBUNSOLO.COM/IBNU DWI TAMTOMO
BERI KETERANGAN. Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto beberapa waktu lalu. Di Klaten ada dugaan keracunan MBG, korban mencapai ratusan orang. 
Ringkasan Berita:
  • Dinkes Klaten mencatat sebanyak 584 orang diduga mengalami keracunan makanan program MBG yang disalurkan SPPG Ayur Vera, Desa Sorogaten, ke 16 sekolah di Kecamatan Tulung.
  • Mayoritas korban menjalani rawat jalan, sementara 17 orang sempat dirawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan seperti Puskesmas Majegan dan RS PKU Jatinom.
  • Sebagian korban rawat inap sudah dipulangkan karena kondisi membaik. Dinkes juga mengerahkan pemantauan melalui bidan desa untuk memastikan pemulihan siswa.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten mengungkapkan jumlah korban yang diduga mengalami keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.

Insiden ini terjadi pada makanan yang dibagikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ayur Vera, Desa Sorogaten, pada Selasa (28/4/2026).

Diketahui, SPPG tersebut menyalurkan makanan ke 16 sekolah.

“Sampai saat ini, terakhir sore ini data yang masuk 584 (korban),” ujar Kepala Dinkes Klaten, Anggit Budiarto, saat dikonfirmasi, Kamis (30/4/2026).

DIRAWAT. Siswa tampak mendapat perawatan medis, diduga akibat keracunan konsumsi MBG di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (29/4/2026).
DIRAWAT. Siswa tampak mendapat perawatan medis, diduga akibat keracunan konsumsi MBG di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (29/4/2026). (TribunSolo.com/Zharfan Muhana)

Belum Bisa Memastikan Korban dari Satu Sekolah

Anggit belum bisa memastikan apakah korban tersebut berasal hanya dari satu sekolah.

“Dari total yang makan dari olahan SPPG itu (korban), tapi memang mayoritas pasnya di SMP itu,” jelasnya.

Mayoritas korban menjalani rawat jalan. Namun, ada juga yang menjalani rawat inap.

Baca juga: Keracunan Massal Usai Santap MBG di Sukoharjo : Kepala Sekolah Sebut Terjadi di Tiap Kelas

Baca juga: MBG di Boyolali Tak Andalkan Susu Lokal Meski Produksi Cukup? Ternyata Ada Krisis Hilirisasi

“Data terakhir (rawat inap), ada 17 orang,” ucapnya.

Rawat inap dilakukan di beberapa lokasi seperti Puskesmas Majegan, RS PKU Jatinom, RS PKU Delanggu, dan rumah sakit di wilayah Kabupaten Boyolali.

Korban rawat inap, dikatakan Anggit, sebagian sudah dipulangkan karena kondisinya membaik.

“Yang di (Puskesmas) Majegan itu 12, sisanya di tempat lain. Tapi sebagian sudah pulang, empat orang,” kata Anggit.

Guna memastikan kondisi para siswa pulih seluruhnya, pihaknya juga mengerahkan pemantauan melalui bidan desa. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved