Makan Bergizi Gratis di Klaten

Dinkes Klaten Amankan Sampel Makanan MBG, Ada Telur Puyuh hingga Sop Timlo

Siswa di Klaten diduga keracunan. Mereka mengeluhkan kondisi kesehatannya usai menyantap MBG.

Tayang: | Diperbarui:
TribunSolo.com/Zharfan Muhana
DIRAWAT. Siswa tampak mendapat perawatan medis, diduga akibat keracunan konsumsi MBG di Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Rabu (29/4/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Dinkes Klaten menyelidiki dugaan keracunan makanan program MBG yang ramai diperbincangkan usai sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan.
  • Tiga sampel makanan yang diamankan untuk diuji yakni telur puyuh, galantin, dan sop timlo yang sebelumnya disantap para siswa.
  • Sampel makanan tersebut telah dibawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kasus dugaan keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) di Klaten ramai diperbincangkan.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klaten sudah turun tangan menyelidiki dugaan keracunan ini.

Mereka mengamankan sampel makanan yang disantap para siswa.

“Jadi Dinas Kesehatan sudah punya protap (prosedur tetap), kami selalu bekerja seperti itu. Kita ambil sampel dan ada tiga sampel yang kita kumpulkan berdasarkan analisis situasi dan surveilans,” ujarnya.

Tiga sampel makanan yang diambil terdiri dari telur puyuh, galantin, dan sop timlo.

Sampel tersebut kemudian dibawa ke laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta.

ILUSTRASI. Makanan dari program Makan Bergizi (MBG) Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo. Di Klaten ada sekolah yang diduga siswanya keracunan MBG.
ILUSTRASI. Makanan dari program Makan Bergizi (MBG) Sekolah Dasar (SD) Negeri 3 Dukuh, Kecamatan/Kabupaten Sukoharjo. Di Klaten ada sekolah yang diduga siswanya keracunan MBG. (TribunSolo.com/ Anang Ma'ruf)

Butuh Waktu untuk Hasilnya

Anggit menjelaskan hasil pemeriksaan memerlukan waktu.

“Lima sampai tujuh hari untuk mengetahui hasilnya,” jelasnya.

Sebelumnya, insiden dugaan keracunan terjadi usai menyantap makanan MBG di SMPN 1 Tulung pada Selasa (28/4/2026).

Baca juga: MBG di Boyolali Tak Andalkan Susu Lokal Meski Produksi Cukup? Ternyata Ada Krisis Hilirisasi

Baca juga: Dugaan Keracunan Menu MBG SMPN 1 Tulung Klaten, 225 Siswa Terdampak, Menu Awalnya Layak Konsumsi

Baca juga: Susu Lokal di Boyolali Melimpah, Tapi Masih Tak Terserap untuk MBG? Ini Penyebabnya

Para siswa dan guru diketahui mengalami gejala dugaan keracunan setelah pulang dari sekolah.

Penyedia makanan MBG yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ayur Veda Sorogaten.

Pengecekan dapur SPPG sendiri sudah dilakukan oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, serta jajaran Dinkes yang melakukan pemeriksaan pada Rabu (29/4/2026). (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved