Fakta Menarik Tentang Wonogiri
Sejarah Semboyan Wonogiri Sukses : Ternyata Masing-masing Hurufnya Punya Makna
Kabupaten Wonogiri secara geografis berbatasan dengan beberapa wilayah strategis.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Kabupaten Wonogiri berada di Solo Raya dengan motto “Wonogiri Sukses”, mencerminkan semangat pembangunan dan kerja keras masyarakat.
- Wilayah ini strategis, berbatasan dengan Karanganyar, Gunungkidul, hingga Jawa Timur, serta memiliki luas 1.822 km⊃2; dengan lebih dari 1 juta penduduk.
- “Sukses” bermakna nilai pembangunan: stabilitas, disiplin hukum, koordinasi, sasaran tepat, evaluasi efisien, dan semangat juang.
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI – Kabupaten di Solo Raya memiliki semboyannya masing-masing yang sudah menjadi identitas kedaerahan, salah satunya adalah Wonogiri.
Terletak di ujung tenggara Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Wonogiri adalah sebuah daerah yang tidak hanya kaya akan potensi alam dan budaya, tetapi juga memiliki semangat pembangunan yang kuat.
Hal itu tercermin dalam mottonya: “Wonogiri Sukses”.
Baca juga: 30 Ide Bisnis Kuliner Berbahasan Dasar Kentang, Peluang Menarik di Solo Raya
Kabupaten Wonogiri secara geografis berbatasan dengan beberapa wilayah strategis:
- Utara: Kabupaten Karanganyar dan Sukoharjo
- Selatan: Berbatasan langsung dengan Samudra Hindia (Pantai Selatan)
- Barat: Kabupaten Gunungkidul (DIY)
- Timur: Provinsi Jawa Timur, yaitu Kabupaten Ponorogo, Magetan, dan Pacitan
Luas wilayah Kabupaten Wonogiri mencapai 1.822,37 km⊃;2;, dengan jumlah penduduk sebanyak 1.043.576 jiwa (data tahun 2021).
Baca juga: Sejarah Hari Buruh 1 Mei : di Solo Pernah Dirayakan Besar-besaran pada Tahun 1952
Dengan kepadatan penduduk sekitar 523 jiwa/km⊃;2;, Wonogiri menjadi wilayah tersepi kedua di Jawa Tengah, meskipun terus berkembang dari tahun ke tahun.
Ibu kota kabupaten terletak di Kecamatan Wonogiri, yang menjadi pusat pemerintahan dan berbagai kegiatan ekonomi serta sosial masyarakat.
Sejarah Semboyan “Wonogiri Sukses”
Motto “Wonogiri Sukses” bukan sekadar slogan.
Ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Bupati Wonogiri Nomor: 42(a) tanggal 1 Maret 1986, semboyan ini menjadi pedoman etos kerja aparatur dan masyarakat Wonogiri sejak masa kepemimpinan Drs. Oemarsono sebagai Bupati Wonogiri.
Motto ini ditujukan untuk:
| Sejarah Kenapa Banyak Perantau dari Wonogiri : dari Lahan Tandus, Sukses Jualan Mie Ayam atau Bakso |
|
|---|
| Mengenal Inthuk-inthuk : Tradisi Wetonan, Wujud Kasih Sayang Orangtua kepada Anak di Wonogiri |
|
|---|
| Sejarah Gua Maria Sendang Ratu Kenya : Wisata Religi di Wonogiri yang Punya Kisah Menyeramkan |
|
|---|
| Mitos Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Ada Legenda Gajah Sakti yang Menjaga Waduk |
|
|---|
| Asal-usul Kecamatan Jatisrono di Wonogiri, Buah Perjuangan Raden Mas Said |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/CUACA-WONOGIRI-Cuaca-di-sekitar-depan-kantor-Bupati-Wonogiri-Jawa-Tengah.jpg)