Warga Binaan Rutan Boyolali

Pertama di Boyolali, Rutan Gelar Wisata Petik Melon Hasil Budidaya Warga Binaan

Di Boyolali ada wisata baru, yakni petik melon hasil budidaya warga binaan. Ini menjadi trobosan rutan tersebut.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
WISATA BARU. Wisata petik melon hasil budidaya warga binaan yang dapat dibeli langsung oleh masyarakat umum di Boyolali Senin (11/5/2026). Ini merupakan trobosan dari rutan tersebut. 
Ringkasan Berita:
  • Rutan Kelas IIB Boyolali untuk pertama kalinya membuka wisata petik melon hasil budidaya warga binaan. 
  • Kepala Rutan Boyolali Ervans Bahrudhin Mulyanto menyebut program budidaya melon hidroponik menjadi bagian pembinaan kemandirian warga binaan agar memiliki keterampilan pertanian modern setelah bebas.
  • Antusiasme masyarakat cukup tinggi. Bahkan pada hari pertama pembukaan, hampir seluruh melon yang dipanen sudah dipesan pengunjung. 

‎Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

‎TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Pengalaman tak biasa dirasakan para pengunjung yang ikut panen melon di Greenhouse Rutan Kelas IIB Boyolali.

‎Untuk pertama kalinya, rumah tahanan tersebut membuka wisata petik melon hasil budidaya warga binaan yang dapat dibeli langsung oleh masyarakat umum.

‎Salah satu pengunjung, Dwi Setiawati, mengaku terkejut melihat adanya pertanian modern di dalam rutan.

‎“Alhamdulillah, luar biasa. Baru kali ini panen melon di dalam rutan. Kalau di luar sih banyak, kalau di dalam lapas atau di dalam rutan itu luar biasa,” ujarnya.

‎Dwi mengaku awalnya sempat merasa takut saat hendak masuk ke area rutan. Namun, rasa canggung itu hilang setelah mendapat sambutan ramah dari para petugas.

‎“Perasaannya seperti di TV, agak takut-takut gimana. Tapi setelah sampai di dalam, luar biasa. Anggota-anggotanya, penyambutannya, petugasnya, semuanya baik dan ramah,” katanya.

‎Ia juga memuji kualitas melon yang dipetik langsung dari greenhouse. Menurutnya, rasa melon tersebut terasa manis dan segar.

‎Antusiasme masyarakat terhadap wisata petik melon ini pun cukup tinggi.

‎Bahkan, ada warga dari Kartasura yang sengaja datang langsung ke Boyolali untuk merasakan pengalaman panen di dalam rutan.

PETIK MELON. Warga binaan Rutan Kelas IIB Boyolali memetik melon pada Senin (11/5/2026). Program ini dibuat agar warga binaan tetap produktif.
PETIK MELON. Warga binaan Rutan Kelas IIB Boyolali memetik melon pada Senin (11/5/2026). Program ini dibuat agar warga binaan tetap produktif. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Bagian dari Pembinaan

‎Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, menjelaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.

‎“Jadi, kegiatan di sini adalah salah satu bentuk pembinaan kemandirian bagi warga binaan kami, di mana kita memanfaatkan lahan yang ada untuk budidaya melon dengan sistem hidroponik,” ungkapnya.

‎Menurut Ervans, sistem hidroponik dipilih karena lebih efisien dalam penggunaan lahan serta memudahkan pengendalian nutrisi dan hama di dalam greenhouse.

‎Para warga binaan dilatih mulai dari proses penyemaian, perawatan tanaman, pemberian nutrisi, hingga panen dan pascapanen.

‎“Harapannya nanti setelah selesai menjalani masa pidana, mereka punya skill yang bisa dipakai untuk berwirausaha ataupun bekerja di bidang pertanian modern,” jelasnya.

‎Ia menambahkan, respons masyarakat sangat positif.

Baca juga: Potret Warga Binaan Rutan Solo Dapat Remisi Idulfitri, 18 Perempuan Peroleh Pemotongan Masa Tahanan

‎Banyak pengunjung datang untuk melihat langsung proses budidaya sekaligus membeli melon segar yang dipetik langsung dari pohonnya.

‎“Harapan kami, program ini terus berkelanjutan dan bisa menjadi contoh bagi unit lain dalam hal pemberdayaan warga binaan,” tutupnya.

‎Bahkan pada hari pertama pembukaan, hampir seluruh melon yang dipanen sudah dipesan pengunjung.

‎Sementara itu, warga binaan pengelola greenhouse, Jawardi, mengatakan tantangan utama budidaya melon Sweet Lavender adalah cuaca hujan yang memicu pertumbuhan jamur lebih cepat.

‎“Tantangannya cuma kalau hujan. Kalau hujannya agak banyak, terjadinya jamur lebih cepat. Tapi kita juga menanggulanginya, dua sampai tiga hari sekali kita semprot dengan obat,” jelasnya.

‎Menurut Jawardi, melon Sweet Lavender memiliki daging buah berwarna oranye dengan tekstur renyah dan tingkat kemanisan mencapai 15 brix. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved