Warga Binaan Rutan Boyolali

Warga Binaan Rutan Boyolali Dibekali Keterampilan Bertani, Kelola Greenhouse Melon

Rutan Boyolali punya cara tersendiri untuk membina warga binaannya. Mereka melakukan budidaya melon hidroponik.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
PETIK MELON. Warga binaan Rutan Kelas IIB Boyolali memetik melon pada Senin (11/5/2026). Program ini dibuat agar warga binaan tetap produktif. 

Ringkasan Berita:
  • Rutan Kelas IIB Boyolali mengembangkan program budidaya melon hidroponik sebagai pembinaan kemandirian warga binaan. 
  • Program ini dikelola langsung oleh dua warga binaan yang belajar dari nol, mulai dari penyemaian, pemupukan, polinasi manual hingga pengecekan pH air secara rutin dengan pendampingan petugas rutan dan Dinas Pertanian Boyolali.
  • Hasil panen melon nantinya dijual melalui wisata petik melon yang dibuka untuk umum. 

‎Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

‎TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Rutan Kelas IIB Boyolali terus berupaya membina warga binaan agar tetap produktif selama menjalani masa pidana.

Salah satu program pembinaan yang kini dikembangkan yakni budidaya melon hidroponik di area greenhouse rutan.

Hasilnya, warga binaan tak hanya belajar bertani modern, tetapi juga diberi kesempatan memperoleh premi dari hasil penjualan melon.

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan pemasyarakatan.

“Harapan kami warga binaan ini dapat premi dari rutan, dikasih ke istri atau anaknya. Walaupun sedang menjalani pidana tapi masih produktif, masih bisa membantu ekonomi keluarga,” jelas Ervans.

Melon yang dibudidayakan berjenis Sweet Lavender dengan sistem hidroponik di greenhouse Rutan Kelas IIB Boyolali.

Total terdapat 124 pohon yang ditanam dengan konsep satu pohon satu buah untuk menjaga kualitas dan tingkat kemanisan buah.

Proses Dikelola Langsung Dua Warga Binaan

Menariknya, seluruh proses budidaya dikelola langsung oleh dua warga binaan.

Mereka belajar dari nol di bawah pendampingan petugas rutan dan Dinas Pertanian Kabupaten Boyolali.

Mulai dari penyemaian, pemupukan, polinasi manual hingga perawatan harian dilakukan sendiri oleh warga binaan.

Bahkan, pengecekan pH air dilakukan rutin setiap pagi dan sore guna memastikan nutrisi tanaman tetap optimal.

“Ini sebagai bentuk nyata pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan agar mereka tetap produktif,” tambahnya.

Program pembinaan tersebut nantinya juga dikemas menjadi wisata petik melon yang dibuka untuk masyarakat umum mulai Senin (11/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026), pukul 09.00 sampai 16.30 WIB.

Baca juga: Kepala Rutan Solo Temukan Cara Rehabilitas Warga Binaan Melalui Seni dan Budaya

Baca juga: Potret Warga Binaan Rutan Solo Dapat Remisi Idulfitri, 18 Perempuan Peroleh Pemotongan Masa Tahanan

Masyarakat diperbolehkan masuk dan memetik melon langsung di greenhouse dengan syarat membawa kartu identitas untuk pendataan pengunjung.

Harga melon dipatok Rp30 ribu per kilogram, lebih murah dibanding melon premium di pasaran.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved