Atap Sekolah Ambruk di Sragen
Berdiri Sejak 1978, MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen Baru Sekali Diperbaiki
Atap MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen ambrol. Bangunan tersebut sudah berusia puluhan tahun, namun baru sekali perbaikan.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Bangunan MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen telah berdiri sejak tahun 1978. Usianya yang puluhan tahun membuat kondisi sejumlah ruang kelas mulai memprihatinkan.
- Ketua PCM Sambungmacan Agus Anwar Rosidi menyebut selama berdiri, bangunan sekolah tersebut baru sekali mendapat perbaikan.
- Perbaikan pertama dilakukan sekitar tahun 2000. Hingga kini, sebagian bangunan sekolah masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Usia bangunan MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen sudah puluhan tahun.
Sekolah itu berdiri sejak tahun 1978.
Namun, selama berdiri, ternyata sekolah tersebut baru sekali mendapat perbaikan.
Hal ini disampaikan Ketua PCM Sambungmacan sekaligus Ketua Komite MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Agus Anwar Rosidi.
Dia mengatakan bangunan itu sudah berdiri sejak tahun 1978.
"Bangunan itu sudah lama berdiri, sejak tahun 1978," kata Agus, Selasa (12/5/2026).
Agus mengatakan hingga saat ini bangunan tersebut baru sekali diperbaiki.
Ia mengatakan bangunan kelas itu pertama kali diperbaiki sekitar tahun 2000.
Tidak Lolos saat Ajukan Bantuan
Dia mengaku pihak sekolah pernah mengajukan dana melalui EMIS (Education Management Information System), namun hasilnya tidak lolos.
Sebagai informasi, EMIS adalah sistem pendataan resmi Kementerian Agama RI untuk mengelola data lembaga, santri, guru, dan sarana prasarana secara terintegrasi.
Ia mengatakan, pascakejadian ini, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Sragen agar tiga ruang kelas dilakukan renovasi.
"Kami sudah pernah mengajukan dana untuk perbaikan melalui EMIS, tapi tidak lolos," ungkap dia.
Baca juga: Kesaksian Siswi Korban Atap Sekolah Roboh di Sragen, Sempat Dengar Bunyi “Kretek”
"Kami sudah komunikasi dengan PD Muhammadiyah. Direncanakan tiga ruang kelas ini akan dilakukan renovasi secepatnya setelah penyelidikan selesai. Biaya diperkirakan Rp100 juta untuk tiga ruang kelas," kata dia.
Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag RI Sragen, Wiyono, mengaku pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan ke Kemenag RI Sragen.
Ia mengatakan, pengajuan itu batal karena ada salah satu persyaratan yang tidak terpenuhi, yakni jumlah siswa yang masih di bawah 100 orang.
"Kemarin sudah disurvei dan diajukan untuk perbaikan ke kami, namun ada yang tidak memenuhi syarat yaitu jumlah siswa di bawah 100 orang. Sedangkan jumlah siswa di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan sekitar 51 orang," kata dia. (*)
| Atap MTs Muhammadiyah Sambungmacan Sragen Ambrol, Bangunan Berdiri Sejak 1978 |
|
|---|
| Kagetnya Orang Tua Siswa Korban Atap Roboh Sambungmacan Sragen, Sempat Kira Jadi Korban Laka Lintas |
|
|---|
| Kesaksian Siswi Korban Atap Sekolah Roboh di Sragen, Sempat Dengar Bunyi “Kretek” |
|
|---|
| Kronologi Atap MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen Roboh, Terjadi saat Pelajaran Bahasa Inggris |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Atap Kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen Roboh, 7 Orang Dilarikan ke RS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Atap-roboh-luka-terluka.jpg)