Atap Sekolah Ambruk di Sragen

Berdiri Sejak 1978, MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen Baru Sekali Diperbaiki 

Atap MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen ambrol. Bangunan tersebut sudah berusia puluhan tahun, namun baru sekali perbaikan.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
DIRAWAT. Salah satu murid MTS Muhammadiyah 4 Sambungmacan Hafsah Aflana (14) saat ditemui di RSUD dr Prijonegoro Sragen, Selasa (12/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bangunan MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen telah berdiri sejak tahun 1978. Usianya yang puluhan tahun membuat kondisi sejumlah ruang kelas mulai memprihatinkan.
  • Ketua PCM Sambungmacan Agus Anwar Rosidi menyebut selama berdiri, bangunan sekolah tersebut baru sekali mendapat perbaikan.
  • Perbaikan pertama dilakukan sekitar tahun 2000. Hingga kini, sebagian bangunan sekolah masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Usia bangunan MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Sragen sudah puluhan tahun.

Sekolah itu berdiri sejak tahun 1978.

Namun, selama berdiri, ternyata sekolah tersebut baru sekali mendapat perbaikan.

Hal ini disampaikan Ketua PCM Sambungmacan sekaligus Ketua Komite MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, Agus Anwar Rosidi.

Dia mengatakan bangunan itu sudah berdiri sejak tahun 1978.

"Bangunan itu sudah lama berdiri, sejak tahun 1978," kata Agus, Selasa (12/5/2026).

Agus mengatakan hingga saat ini bangunan tersebut baru sekali diperbaiki.

Ia mengatakan bangunan kelas itu pertama kali diperbaiki sekitar tahun 2000.

ROBOH. Kondisi Ruang Kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, yang roboh, Selasa (12/5/2026). Bangunan ini dibangun sejak 1978.
ROBOH. Kondisi Ruang Kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan, yang roboh, Selasa (12/5/2026). Bangunan ini dibangun sejak 1978. (TribunSolo.com/Mardon Widiyanto)

Tidak Lolos saat Ajukan Bantuan

Dia mengaku pihak sekolah pernah mengajukan dana melalui EMIS (Education Management Information System), namun hasilnya tidak lolos.

Sebagai informasi, EMIS adalah sistem pendataan resmi Kementerian Agama RI untuk mengelola data lembaga, santri, guru, dan sarana prasarana secara terintegrasi.

Ia mengatakan, pascakejadian ini, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Sragen agar tiga ruang kelas dilakukan renovasi.

"Kami sudah pernah mengajukan dana untuk perbaikan melalui EMIS, tapi tidak lolos," ungkap dia.

Baca juga: Kesaksian Siswi Korban Atap Sekolah Roboh di Sragen, Sempat Dengar Bunyi “Kretek”

"Kami sudah komunikasi dengan PD Muhammadiyah. Direncanakan tiga ruang kelas ini akan dilakukan renovasi secepatnya setelah penyelidikan selesai. Biaya diperkirakan Rp100 juta untuk tiga ruang kelas," kata dia.

Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag RI Sragen, Wiyono, mengaku pihak sekolah sudah mengajukan perbaikan ke Kemenag RI Sragen.

Ia mengatakan, pengajuan itu batal karena ada salah satu persyaratan yang tidak terpenuhi, yakni jumlah siswa yang masih di bawah 100 orang.

"Kemarin sudah disurvei dan diajukan untuk perbaikan ke kami, namun ada yang tidak memenuhi syarat yaitu jumlah siswa di bawah 100 orang. Sedangkan jumlah siswa di MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan sekitar 51 orang," kata dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved