Idul Adha 2026

Berawal dari Urus Surat Kesehatan, Sapi Milik Peternak Karanganyar Dibeli Presiden untuk Kurban

Ragil, sapi kurban yang dibeli Presiden Prabowo dari peternak di Karanganyar sempat mengikuti kontes sebelum deal dibeli Presiden.

Tayang:
TribunSolo.com/Istimewa
SAPI PRESIDEN. Sapi peranakan Simmental berat 1,1 ton milik Sugiarto, warga Dukuh Duwet, RT 01, RW 1, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar yang dibeli Presiden Prabowo Subianto. Hewan kurban Idul Adha tahun 1447 H / 2026 M dengan ini dibeli dengan nilai Rp 110 juta. 

Ringkasan Berita:
  • Ragil, sapi Simmental-PO milik warga Karanganyar, Sugiarto (30), dipilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto setelah petugas Dispertan mengetahui bobotnya mencapai 1 ton saat pengurusan surat kesehatan kontes.
  • Ragil beberapa kali mengikuti kontes sapi nasional, termasuk di Jember, Boyolali, dan Wonosobo.
  • Setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan administrasi, Sugiarto sepakat menjual Ragil seberat 1,1 ton dengan harga Rp110 juta kepada Sekretariat Presiden untuk kurban Iduladha 2026.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ragil, sapi Simmental-PO milik Sugiarto (30), warga Dukuh Duwet, RT 01/RW 01, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar, dibeli Presiden Prabowo Subianto untuk Idul Adha 1447 H/2026 M.

Sebelum terpilih sebagai hewan kurban pilihan Presiden Prabowo Subianto, Ragil mendapat perhatian dari petugas Dispertan PP Kabupaten Karanganyar saat Sugiarto mengurus surat keterangan sehat untuk mengikuti kontes sapi.

Sapi besar berkulit hitam dengan garis putih itu dinilai memenuhi kriteria bobot yang dicari Presiden.

Kepada TribunSolo.com, Sugiarto mengaku awal mula Ragil dilirik untuk dibeli menjadi hewan kurban tahun ini berawal saat dirinya mengurus surat keterangan sehat pada Maret 2026.

“Awal mula itu dari dinas menyodorkan sapi saya, Maret 2026. Setiap ikut kontes saya membuat surat kesehatan sapi ke dinas. Petugas dinas tahu bobot Ragil sudah 1 ton, sementara Pak Presiden mencari sapi bobot 1 ton. Lalu petugas tanya ke saya dijual atau tidak. Saya bilang dijual kalau cocok. Baru diberi tahu kalau yang beli untuk RI 1. Saya pikir enggak cuma saya, karena ada beberapa sapi juga. Mungkin dinas memilih sapi saya karena sudah tahu kesehatan Ragil, sebab sebelum kontes Ragil selalu cek kesehatan,” kata Sugiarto, Kamis (14/5/2026) malam.

Sugiarto mengatakan tak masalah dan bersedia menerima tawaran petugas Dispertan PP Kabupaten Karanganyar untuk menyodorkan Ragil ke pemerintah pusat sebagai hewan kurban.

Pada bulan yang sama, petugas dari Dispertan PP Kabupaten Karanganyar datang untuk mengecek ukuran tubuh dan bobot badan Ragil.

Sebulan kemudian, petugas kembali datang untuk mengecek kesehatan Ragil melalui pemeriksaan feses.

Hingga beberapa hari kemudian, ia dipanggil ke Kantor Dispertan PP Kabupaten Karanganyar untuk mengurus administrasi.

“H-2 bulan sapi saya dilihat dinas, kemudian diukur dan dicek badannya, lalu dicek kotorannya. Saya menunggu hasil pemeriksaan kesehatan lewat cek feses cukup lama, sekitar satu bulan. Saya kira tidak jadi, namun dinas datang lagi dan mengecek feses Ragil,” kata dia.

“Saat itu saya sedang kerja lalu ditelepon, tapi tidak bisa. Akhirnya paginya jam 5 petugas datang ke rumah dan mengambil feses Si Ragil. Hasilnya sehat. Selang beberapa hari kemudian, saya dipanggil ke kabupaten untuk mengurus surat-suratnya,” lanjutnya.

SAPI PRESIDEN. Sapi peranakan Simmental berat 1,1 ton milik Sugiarto, warga Dukuh Duwet, RT 01, RW 1, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar yang dibeli Presiden Prabowo Subianto. Hewan kurban Idul Adha tahun 1447 H / 2026 M dengan ini dibeli dengan nilai Rp 110 juta.
SAPI PRESIDEN. Sapi peranakan Simmental berat 1,1 ton milik Sugiarto, warga Dukuh Duwet, RT 01, RW 1, Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar yang dibeli Presiden Prabowo Subianto. Hewan kurban Idul Adha tahun 1447 H / 2026 M dengan ini dibeli dengan nilai Rp 110 juta. (TribunSolo.com/Istimewa)

Sempat Ikut Kontes

Saat mengurus administrasi di Kantor Dispertan PP Kabupaten Karanganyar, ia sempat meminta izin kepada petugas agar Ragil bisa mengikuti kontes untuk terakhir kalinya.

Kontes tersebut digelar Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Kabupaten Wonosobo pada 25–26 April 2026 dan diizinkan oleh petugas Dispertan PP Kabupaten Karanganyar.

“Saya minta izin ke dinas untuk bisa ikut kontes dan sempat bilang, ‘Kalau memang rezekinya Bapak Presiden ya rezeki, tapi kalau laku di kontes saya minta maaf.’ Alhamdulillah rezekinya Bapak Presiden Prabowo karena Ragil masuk nomor 6, sehingga saat pulang dari kontes langsung diurus dinas,” kata dia.

Baca juga: Presiden Prabowo Beli Sapi Kurban 1,1 Ton Milik Warga Karanganyar

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved