Kisah Inspiratif di Boyolali
Ajari Warga Mengolah Pepaya, Misi Yuni Ciptakan UMKM Baru di Boyolali
Di sela kesibukannya memproduksi berbagai olahan berbahan dasar pepaya, Yuni secara konsisten meluangkan waktu untuk berbagi ilmu kepada warga.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Wahyu Nugraheni (Yuni) dari Karangnongko, Boyolali, tak hanya mengolah pepaya, tapi juga memberdayakan warga dengan pelatihan UMKM berbasis olahan pepaya yang awalnya untuk PKK kini meluas hingga tingkat kabupaten.
- Ia mengajarkan mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, hingga pengemasan agar pepaya yang melimpah bisa menjadi produk bernilai ekonomi.
- Yuni aktif jadi pembicara UMKM dan mendorong warga mulai usaha rumahan berbasis potensi lokal dengan biaya terjangkau dan peluang usaha.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI — Dari sebuah dapur sederhana di Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah, semangat pemberdayaan ekonomi tumbuh perlahan.
Wahyu Nugraheni, atau yang akrab disapa Yuni, tak hanya dikenal sebagai pelaku usaha olahan pepaya, tetapi juga penggerak lahirnya pelaku UMKM baru di sekitarnya.
Di sela kesibukannya memproduksi berbagai olahan berbahan dasar pepaya, Yuni secara konsisten meluangkan waktu untuk berbagi ilmu kepada warga.
Baca juga: Dari Karangnongko Boyolali ke Jogja, Jejak Abon Pepaya yang Diburu Konsumen
Pelatihan yang ia inisiasi awalnya hanya menyasar ibu-ibu PKK di tingkat desa, namun kini jangkauannya meluas hingga ke tingkat kabupaten.
“Awalnya hanya berbagi dengan ibu-ibu sekitar. Ternyata banyak yang tertarik,” katanya.
Ketertarikan warga terhadap pelatihan tersebut tidak lepas dari potensi besar buah pepaya yang melimpah di wilayah mereka. Yuni melihat kondisi itu sebagai peluang yang kerap terabaikan.
Alih-alih hanya menjadi buah konsumsi biasa atau pakan ternak, pepaya menurutnya bisa diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Baca juga: Sosok Wahyu Nugraheni, Emak-emak di Boyolali Sulap Pepaya Jadi Sumber Cuan
Berangkat dari pemikiran itu, ia mulai mengenalkan berbagai inovasi olahan pepaya kepada masyarakat.
Dalam setiap pelatihan, peserta tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari cara memilih pepaya muda yang tepat, teknik pengolahan, hingga pengemasan produk agar layak jual.
Berbagi Kisah Inspiratif
Tak berhenti di situ, kiprah Yuni juga semakin meluas.
Ia kerap diundang menjadi pembicara dalam berbagai pelatihan UMKM di sejumlah daerah, membagikan pengalaman sekaligus mendorong masyarakat agar berani memulai usaha berbasis potensi lokal.
Menurutnya, usaha olahan pepaya memiliki peluang yang menjanjikan karena bahan bakunya mudah diperoleh dan biaya produksinya relatif rendah.
“Kalau ada kemauan belajar, sebenarnya bisa jadi usaha rumahan,” ujarnya.
Dari ruang produksi yang sederhana, Yuni tidak hanya membangun usaha untuk dirinya sendiri.
Lebih dari itu, ia sedang merawat harapan agar semakin banyak warga desa mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui pengolahan hasil kebun yang selama ini sering dipandang sebelah mata.
(*)
| Dari Karangnongko Boyolali ke Jogja, Jejak Abon Pepaya yang Diburu Konsumen |
|
|---|
| Sosok Wahyu Nugraheni, Emak-emak di Boyolali Sulap Pepaya Jadi Sumber Cuan |
|
|---|
| Perempuan di Karangnongko Boyolali Ubah Pepaya Mentah Jadi Camilan Premium |
|
|---|
| Kisah Marwanto Polisi Boyolali, Tak Cuma Jaga Keamanan, tapi Angkut Sampah Warga dan Membina Difabel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/MISI-YUNI-ABON-PEPAYA.jpg)