Kisah Inspiratif di Boyolali
Dari Karangnongko Boyolali ke Jogja, Jejak Abon Pepaya yang Diburu Konsumen
Adalah Wahyu Nugraheni (43), atau akrab disapa Yuni, sosok di balik lahirnya abon pepaya yang kini mulai dikenal hingga luar daerah.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Wahyu Nugraheni (43) asal Desa Karangnongko, Boyolali, mengolah pepaya muda menjadi abon yang kini diminati konsumen luar daerah.
- Usaha rumahan itu berkembang dari titip jual di warung hingga memasok reseller, hotel, dan pusat oleh-oleh di Solo, Jogja, sampai Jawa Barat.
- Dalam sebulan, Yuni menjual sekitar 150 kg abon pepaya dengan proses produksi berbumbu rempah yang dibuat menyerupai abon daging.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Di tengah deretan produk abon berbahan daging sapi atau ayam, sebuah olahan unik lahir dari Desa Karangnongko, Kecamatan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah.
Bukan dari daging, abon ini dibuat dari pepaya muda.
Adalah Wahyu Nugraheni (43), atau akrab disapa Yuni, sosok di balik lahirnya abon pepaya yang kini mulai dikenal hingga luar daerah.
Baca juga: Sosok Wahyu Nugraheni, Emak-emak di Boyolali Sulap Pepaya Jadi Sumber Cuan
Berbekal bahan baku yang mudah ditemukan di sekitar kampungnya, ia mengubah pepaya muda menjadi produk bernilai jual tinggi.
“Yang paling banyak dicari memang abon pepaya,” ujarnya.
Dari dapur sederhana di rumahnya, Yuni perlahan membangun usaha yang kini menjangkau pasar Solo, Yogyakarta hingga Jawa Barat.
Perjalanan itu tidak datang secara instan. Pada awal merintis usaha, ia hanya menitipkan produknya di warung-warung kecil sekitar desa.
Baca juga: Aktivitas Sibuk dari Pagi hingga Malam di Ruko Sarang Scammer Grogol, Warga Sebut tak Mencurigakan
Namun seiring waktu, abon pepaya buatannya mulai menarik perhatian konsumen.
Kini, reseller justru datang sendiri untuk mengambil barang.
Bahkan beberapa hotel dan pusat oleh-oleh mulai memesan produk olahan pepaya miliknya.
Permintaan yang terus meningkat membuat produksi abon pepaya ikut bertambah.
Baca juga: Alfriyanto Nico Ungkap Kesedihan, Persis Solo Degradasi Meski Menang 3-1 atas Persita Tangerang
Sebulan Laku Ratusan Kilogram
Dalam sebulan, Yuni mampu menjual sekitar 100 kilogram abon kemasan dan 50 kilogram abon nonkemasan.
Jumlah tersebut biasanya melonjak saat musim liburan, terutama ketika permintaan hampers meningkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/proses-pembuatan-abon-pepaya.jpg)