Idul Adha 2026

Sapi dan Kambing Kurban di Karanganyar Kini Dijual via TikTok, Efek Langsung dari Rupiah Melemah

Di tengah melemahnya nilai rupiah terhadap Dollar AS, pedagang hewan kurban Karanganyar memanfaatkan medsos untuk mendongkrak penjualan.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
KINI RAMBAH MEDSOS - Lokasi lapak yang menjual hewan kurban di sepanjang Jalan Lawu, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, jelang Idul Adha 2026, Senin (25/5/2026). Di tengah melemahnya nilai rupiah terhadap Dollar AS dan menurunnya daya beli masyarakat, pedagang hewan kurban di Kabupaten Karanganyar mulai memanfaatkan media sosial untuk mendongkrak penjualan. Tak hanya mengandalkan lapak di pinggir jalan, promosi lewat Facebook, Instagram hingga TikTok kini jadi strategi baru menarik pembeli. 
Ringkasan Berita:
  • Pedagang hewan kurban di Karanganyar memanfaatkan media sosial untuk mendongkrak penjualan di tengah melemahnya rupiah dan turunnya daya beli masyarakat.
  • Omah Qurban Jaya memasarkan sapi, kambing, dan domba melalui Facebook, Instagram, hingga TikTok selain membuka lapak di pinggir jalan.
  • Hingga kini, pedagang mengaku telah menjual 4 ekor sapi dan 30 kambing dari hasil pemasaran konvensional dan media sosial.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR  - Di tengah melemahnya nilai rupiah terhadap Dollar AS dan menurunnya daya beli masyarakat, pedagang hewan kurban di Kabupaten Karanganyar mulai memanfaatkan media sosial untuk mendongkrak penjualan jelang Idul Adha 2026.

Tak hanya mengandalkan lapak di pinggir jalan, promosi lewat Facebook, Instagram hingga TikTok kini jadi strategi baru menarik pembeli.

Baca juga: Hadi Sumanto, Peternak Sapi Pertama di Desa Tangkil Sragen yang Sapinya Dibeli Presiden Prabowo

Salah satu pedagang yang menerapkan strategi tersebut ialah Omah Qurban Jaya.

Selain membuka lapak kandang dadakan di sepanjang Jalan Solo-Tawangmangu, Desa Papahan, Kecamatan Jaten, mereka juga aktif memasarkan hewan kurban secara daring.

Salah satu anggota Omah Qurban Jaya, Raefan Zulfa Dwitama (22), mengatakan pemasaran melalui media sosial dilakukan agar jangkauan pembeli lebih luas di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

"Kita harus bisa merambah pemasaran yang lebih luas, kita mainkan medsos," kata Zulfa, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Sapi Raksasa dari Boyolali Terpilih Jadi Sapi Kurban Presiden Prabowo, Bobotnya Fantastis!

Efektif Tarik Calon Pembeli

Menurutnya, promosi melalui media sosial dinilai cukup efektif untuk menarik calon pembeli hewan kurban, baik sapi, kambing maupun domba.

Zulfa menyebut penjualan secara konvensional tetap berjalan, namun pemasaran digital kini menjadi penopang tambahan untuk meningkatkan transaksi.

Baca juga: Ragil, Sapi Kurban Prabowo di Karanganyar Jalani Karantina Khusus Hingga Bakal Dikawal Polisi

"Di media sosial, kami menjual hewan kurban sapi, kambing dan domba, dan dsdu hasil baik jual konvensi dengan pemasaran melalui media sosial, saat ini sudah terjual sapi 4 ekor, kambing 30 ekor," ungkap dia.

Pantauan TribunSolo.com, sejumlah lapak hewan kurban mulai bermunculan di sepanjang Jalan Lawu, Desa Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar menjelang Idul Adha tahun ini.

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved