Idul Adha 2026
Momen Haru Warga Karanganyar Menangis & Naiki Sapi Kesayangan yang Dibeli Prabowo, Sebelum Dipotong
Di balik kedatangan sapi berbobot 1,1 ton itu, tersimpan kisah dari pemilik lamanya, Sugiarto (30), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Suasana haru terjadi di Masjid Babussalam, Karanganyar, saat sapi kurban Presiden Prabowo bernama Ragil tiba. Sugiarto (30), sempat menunggangi dan menangis saat berpamitan dengan sapi yang telah ia rawat bertahun-tahun.
- Kedatangan Ragil sempat tertunda karena truk pengangkut mogok, baru tiba malam hari. Sapi berbobot 1,1 ton itu kemudian ditempatkan di area masjid sebelum disembelih.
- Ragil merupakan sapi kontes yang dibeli Rp110 juta setelah masuk 6 besar APPSI Wonosobo. Penyembelihan khidmat.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Suasana haru menyelimuti Masjid Babussalam, Dusun Salam, Desa Ngunut, Kecamatan Jumantono, Karanganyar, Selasa (26/5/2026) malam, saat sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto bernama Ragil tiba di lokasi.
Di balik kedatangan sapi berbobot 1,1 ton itu, tersimpan kisah dari pemilik lamanya, Sugiarto (30), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Kerjo.
Ia tak kuasa menahan perasaan saat harus benar-benar melepas sapi yang telah ia rawat.
Baca juga: Sudah Laku Rp24 Juta, Sapi Kurban di Klaten Mendadak Kabur saat Hendak Diangkut, Berakhir Tragis
Bahkan, momen haru terjadi ketika Sugiarto sempat menaiki Ragil untuk terakhir kalinya sebelum berpamitan.
“Sapinya sempat ditunggangi pemilik lama sebelum meninggalkan, dan sempat menangis,” kata Suradiyanto, Takmir Masjid Babussalam sekaligus Ketua RW 07 Dusun Salam.
Warga sekitar yang menyaksikan pun ikut larut dalam suasana tersebut.
Ragil bukan sekadar sapi kurban biasa, melainkan hewan yang kini menyandang status sebagai sapi kurban Presiden RI.
Perjalanan Penuh Kendala Menuju Lokasi Kurban
Kedatangan Ragil ke Masjid Babussalam sempat tertunda beberapa jam.
Truk pengangkut yang membawa sapi tersebut mengalami mogok dalam perjalanan.
“Awalnya dijadwalkan tiba pukul 15.30 WIB, namun truk mogok, dan baru sampai pukul 21.30 WIB. Yang mengantar ke sini langsung pemilik bersama rombongan 14 orang,” jelas Suradiyanto.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB, Ragil langsung ditempatkan di area kebun belakang masjid sambil menunggu proses penyembelihan keesokan harinya.
Baca juga: Butuh 10 Orang untuk Robohkan Sapi Kurban Presiden Prabowo di Karanganyar Sebelum Disembelih
Selain Ragil, Masjid Babussalam juga menyembelih satu ekor sapi lain dan lima ekor kambing pada Iduladha tahun ini.
Dari Kontes Sapi hingga Dibeli Presiden
Sebelum menjadi sapi kurban Presiden, Ragil ternyata sempat mengikuti kontes ternak di bawah Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) di Wonosobo pada April 2026.
Sugiarto bahkan sempat mengajukan izin kepada Dinas Peternakan agar Ragil bisa ikut kontes terakhir kalinya sebelum dijual.
“Saya minta izin ke dinas untuk bisa ikut kontes dan sempat bilang, ‘Kalau memang rezekinya Bapak Presiden ya rezeki, tapi kalau laku di kontes saya minta maaf.’ Alhamdulillah rezekinya Bapak Presiden Prabowo karena Ragil masuk nomor 6, sehingga saat pulang dari kontes langsung diurus dinas,” kata Sugiarto.
Ia mengaku bangga sapinya akhirnya dibeli langsung oleh Presiden RI.
Baca juga: Bupati Hamenang Serahkan Sapi Presiden Prabowo di Masjid Raya Klaten, Wanti-wanti soal Penyembelihan
“Siapa yang enggak mau, peternak kecil kemudian sapinya dibeli RI 1, itu kebanggaan tersendiri,” ujarnya.
Setelah melalui proses administrasi, disepakati harga pembelian Ragil sebesar Rp110 juta dengan bobot sekitar 1,1 ton. Kesepakatan final dilakukan pada pertengahan Mei 2026 dan pelunasan dilakukan pada 22 Mei 2026.
Penyembelihan Libatkan Banyak Warga
Puncak kegiatan terjadi pada Rabu (27/5/2026) pagi, saat proses penyembelihan Ragil dimulai pukul 08.40 WIB di halaman Masjid Babussalam.
Proses pemindahan sapi dari kebun belakang masjid ke lokasi penyembelihan melibatkan lima orang warga. Karena bobotnya besar, proses penjegalan pun tidak mudah.
Setidaknya sekitar 10 orang dengan bantuan empat tali diperlukan untuk menjatuhkan Ragil sebelum disembelih oleh Juru Sembelih Halal (Juleha), Hartono (57).
Dengan iringan takbir, proses penyembelihan berlangsung khidmat di tengah warga yang menyaksikan langsung momen tersebut.
Ragil pun menjadi bagian dari rangkaian Iduladha yang tak hanya sarat ibadah, tetapi juga menyimpan kisah haru antara pemilik, warga, dan kebanggaan karena hewan ternak lokal Karanganyar dipercaya menjadi sapi kurban Presiden RI.
(*)
| Sudah Laku Rp24 Juta, Sapi Kurban di Klaten Mendadak Kabur saat Hendak Diangkut, Berakhir Tragis |
|
|---|
| Butuh 10 Orang untuk Robohkan Sapi Kurban Presiden Prabowo di Karanganyar Sebelum Disembelih |
|
|---|
| Sebelum Berpisah untuk Disembelih, Pemilik Sempat Tunggangi Sapi Prabowo di Karanganyar dan Menangis |
|
|---|
| Daging Sapi Kurban Milik Presiden Prabowo di Sukoharjo Disalurkan ke 3 Desa, Ada 450 Warga Penerima |
|
|---|
| Sudah Jadi Tradisi di Solo Raya, Ini Bahaya Mencuci Jeroan Hewan Kurban di Sungai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Proses-penyembelihan-Ragil-sapi-kurban-dari-Presiden-RI-Prabowo.jpg)