Tawuran Pelajar di Karanganyar

Tawuran Nyaris Pecah di Colomadu Karanganyar, 16 Pelajar Diamankan, Sebagian Alumni Sekolah Ini

Peristiwa tersebut diduga dipicu saling ejek di media sosial setelah pertandingan futsal antarsekolah di Kota Solo.

Tayang:
Istimewa
TAWURAN - Ilustrasi tawuran. Aksi tawuran antar pelajar nyaris terjadi di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/5/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu saling ejek di media sosial setelah pertandingan futsal antarsekolah di Kota Solo. 

Ringkasan Berita:
  • Nyaris terjadi tawuran pelajar di Colomadu, Karanganyar, Jumat (29/5/2026), dipicu ejekan di media sosial usai pertandingan futsal antar SMP di Solo.
  • Polisi menggagalkan aksi tersebut setelah menerima laporan warga dan mengamankan 16 pelajar di Lapangan Pulosari serta SMPN 3 Colomadu.
  • Mayoritas yang diamankan merupakan alumni SMPN 2 Gondangrejo dan kini menjalani pembinaan bersama orangtua serta pihak sekolah.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Aksi tawuran antar pelajar nyaris terjadi di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/5/2026).

Peristiwa tersebut diduga dipicu saling ejek di media sosial setelah pertandingan futsal antarsekolah di Kota Solo.

Beruntung, aksi tawuran berhasil digagalkan jajaran Polsek Colomadu sebelum bentrokan terjadi.

Polisi mengamankan 16 pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah Karanganyar dan Solo.

Bermula dari Pertandingan Futsal

Kapolsek Colomadu AKP Joeritna menjelaskan, kejadian bermula dari pertandingan futsal antara SMPN 2 Gondangrejo melawan SMPN 3 Colomadu dalam sebuah event di Kota Solo sekitar seminggu lalu.

Setelah pertandingan, muncul video di media sosial yang memperlihatkan salah satu siswa SMPN 3 Colomadu datang ke SMPN 2 Gondangrejo sambil memainkan gas motor hingga menimbulkan suara bising atau dikenal dengan istilah “gleyer-gleyer”.

Video tersebut kemudian diunggah ke TikTok dan memicu reaksi dari sejumlah pelajar maupun alumni.

"Seminggu lalu ada pertandingan futsal SMPN 3 Colomadu dengan SMPN 2 Gondangrejo di Kota Solo. Kemudian ada salah satu siswa SMPN 3 Colomadu datang di SMPN 2 Gondangrejo gleyer-gleyer dan diupload di Tiktok, sehingga ada yang terpancing," kata Joeritna, Jumat (29/5/2026).

TAWURAN - Ilustrasi tawuran. Aksi tawuran antar pelajar nyaris terjadi di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/5/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu saling ejek di media sosial setelah pertandingan futsal antarsekolah di Kota Solo.
TAWURAN - Ilustrasi tawuran. Aksi tawuran antar pelajar nyaris terjadi di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jumat (29/5/2026). Peristiwa tersebut diduga dipicu saling ejek di media sosial setelah pertandingan futsal antarsekolah di Kota Solo. (TRIBUN JATIM)

Polisi Bubarkan Massa di Dua Lokasi

Joeritna mengatakan, pihak yang merasa terpancing kemudian mendatangi SMPN 3 Colomadu.

Namun, sebelum aksi tawuran pecah, polisi lebih dahulu menerima laporan dari masyarakat.

Sekitar pukul 16.00 WIB, petugas Polsek Colomadu bergerak menuju dua titik yang diduga menjadi lokasi berkumpulnya para pelajar, yakni Lapangan Pulosari dan area SMPN 3 Colomadu.

"Kami mendapatkan laporan dari masyarakat akan ada tawuran di Lapangan Pulosari, sehingga kami datang ke dua titik yaitu di Lapangan Pulosari dan SMPN 3 Colomadu dan mengamankan 16 anak," kata dia.

Baca juga: Duduk Perkara Pengeroyokan Pemuda di Klaten, Bermula Tawuran Batal, Mabuk Lalu Cari Musuh Sendiri

Mayoritas Alumni SMPN 2 Gondangrejo

Dari hasil pemeriksaan sementara, 16 orang yang diamankan merupakan pelajar SMPN 2 Gondangrejo serta sejumlah pelajar tingkat SMA dan SMK dari wilayah Colomadu hingga Solo.

Sebagian besar diketahui merupakan alumni SMPN 2 Gondangrejo yang tidak terima sekolahnya diperlakukan seperti dalam video yang beredar di media sosial.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved