Makam di Boyolali Diekshumasi

Kematian Misterius Perempuan di Boyolali, Keluarga Sebut Ada Konflik dengan Menantu

Keluarga perempuan berinisial A mengungkap kisah adanya konflik antara korban dengan menantu.

Tayang:
TribunSolo.com/Ryantono PS
ILUSTRASI FOTO MAYAT. Gambar kaki yang diambil di Colomadu, Karanganyar, Jateng. Di Boyolali ada makam perempuan yang dibongkar, keluarga mengungkap ada kisah dari perempuan itu yang berkonflik dengan menantu. 

Ringkasan Berita:
  • Kematian perempuan berinisial A (57), warga Sindon, Ngemplak, Boyolali, masih menyisakan misteri. 
  • Kakak korban, Widodo, menyebut hubungan korban dan P tidak harmonis. 
  • Kuasa hukum keluarga mengungkap sate ayam diduga dibeli di wilayah Pandean dan dikirim memakai nama anak kedua korban, Luriyanti. Padahal, Luriyanti mengaku tidak pernah mengirim makanan kepada ibunya. Polisi masih menyelidiki kasus tersebut.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kematian perempuan paruh baya berinisial A (57), warga Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, hingga kini masih menyisakan misteri.

Meski telah dimakamkan pada Selasa (19/5/2026), keluarga korban terus berupaya mencari kejelasan atas penyebab kematian A yang diduga tidak wajar.

Kecurigaan keluarga mengarah pada sebungkus sate ayam yang diterima korban sesaat sebelum meninggal dunia.

Sate tersebut diduga dikirim oleh menantu korban berinisial P melalui jasa ojek online.

Kakak kandung korban, Widodo (61), mengungkapkan selama ini hubungan antara korban dan P tidak harmonis.

Menurutnya, P kerap meminta uang kepada korban dengan berbagai alasan yang belakangan diketahui tidak benar.

"Terduga pelaku P sering meminta uang ke korban dengan cara berbohong. Jadi P ini tidak merasa bersalah, tidak merasa dosa, dan tidak punya malu," ujar Widodo, Minggu (31/5/2026).

Menurut Widodo, hubungan antara korban dan menantunya semakin memburuk setelah sejumlah kebohongan yang dilakukan P diketahui oleh korban.

PROSES EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura.
PROSES EKSHUMASI - Polisi melakukan ekshumasi makam wanita yang diduga korban keracunan di Dukuh/Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (30/5/2026). Wanita berinisial A (57) yang telah dimakamkan pada Selasa (19/5) itu diduga meninggal karena keracunan, setelah memakan sate ayam yang dikirim oleh anak menantunya yang tinggal di Kartasura. (TribunSolo.com/Istimewa)

Sejak saat itu, komunikasi keduanya disebut tidak lagi berjalan baik.

Ia juga menilai rekam jejak P selama ini kurang baik.

Selain disebut sering meminjam uang kepada sejumlah teman, P juga diduga memiliki kebiasaan bermain judi online.

"Track record P ini sudah jelek. Tiap hari cari utangan ke teman-temannya dan sering main slot judi online," katanya.

Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah muncul informasi bahwa tidak hanya korban yang meninggal dunia setelah mengonsumsi sate ayam tersebut.

Sejumlah ayam yang turut memakan sisa makanan itu juga dilaporkan mati.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved