Ide Bisnis
5 Ide Ternak untuk Pemula, Modal Kecil Punya Prospek Bagus di Solo Raya
Bagi masyarakat yang ingin menambah penghasilan atau memulai usaha sampingan, berikut lima ide ternak yang cocok untuk pemula.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Usaha ternak tidak selalu membutuhkan modal besar. Dengan modal sekitar Rp300 ribu, pemula di Solo Raya bisa memulai ternak skala rumahan yang hemat lahan dan berpotensi cuan.
- Pilihan ternak yang bisa dicoba antara lain lele sistem budikdamber, jangkrik, cacing, burung puyuh, dan maggot BSF. Kelimanya memiliki kebutuhan modal terjangkau serta peluang.
- Agar usaha berkembang, pemula disarankan memulai dari skala kecil, mempelajari teknik budidaya, mencari pasar sejak awal, dan memutar keuntungan.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Banyak orang mengira usaha peternakan membutuhkan modal besar dan lahan luas.
Padahal, ada berbagai jenis ternak yang bisa dimulai dari rumah dengan modal terbatas.
Bahkan, dengan dana sekitar Rp300 ribu, pemula sudah bisa mencoba beberapa usaha ternak skala kecil yang berpotensi menghasilkan keuntungan.
Baca juga: Jadwal KRL Solo–Jogja Senin 1 Juni 2026 : Ada Tambahan Perjalanan Hari Libur Nasional
Di wilayah Solo Raya yang mencakup Kota Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Sragen, dan Wonogiri, peluang usaha peternakan masih cukup terbuka.
Permintaan pasar terhadap ikan konsumsi, pakan ternak, telur, hingga produk organik terus ada sepanjang tahun.
Bagi masyarakat yang ingin menambah penghasilan atau memulai usaha sampingan, berikut lima ide ternak yang cocok untuk pemula dengan modal terjangkau.
Bisakah Memulai Usaha Ternak dengan Modal Rp300 Ribu?
Jawabannya, bisa.
Modal Rp300 ribu memang belum cukup untuk membangun peternakan besar.
Namun, nominal tersebut sudah dapat digunakan untuk memulai usaha ternak mikro atau skala rumahan.
Kunci utamanya adalah memilih jenis ternak yang tidak membutuhkan lahan luas, biaya pakan rendah, serta memiliki masa panen yang relatif cepat.
Dengan pengelolaan yang tepat, usaha kecil ini dapat berkembang secara bertahap melalui sistem pengembangan modal dari hasil panen.
Baca juga: 20 Ide Menu untuk Wedangan di Solo, Biar Usahamu Makin Laris Manis
1. Ternak Lele Skala Ember
Budidaya lele menggunakan ember atau yang dikenal dengan sistem budikdamber (budidaya ikan dalam ember) menjadi salah satu pilihan favorit bagi pemula.
Selain hemat tempat, metode ini juga cocok diterapkan di halaman rumah yang sempit.
Estimasi kebutuhan modal:
- Ember besar 80 liter: Rp65.000
- Bibit lele 50–100 ekor ukuran 2–6 cm: Rp45.000
- Pakan awal 5 kg: Rp90.000
- Gelas plastik atau netpot: Rp25.000
- Selang kecil: Rp20.000
- Ember atau galon tambahan: Rp55.000
Lele dikenal sebagai ikan yang tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan dan memiliki pertumbuhan yang cukup cepat.
Dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan, ikan sudah dapat dipanen jika perawatannya dilakukan secara rutin.
Selain untuk konsumsi rumah tangga, hasil panen juga dapat dijual ke tetangga, warung makan, atau pengepul ikan lokal.
• 10 Ide Makanan Kekinian yang Berpotensi Viral dan Laris di Solo Raya, Siap Berbisnis?
2. Ternak Jangkrik yang Cepat Panen
Jangkrik memiliki pasar yang cukup stabil karena banyak dibutuhkan sebagai pakan burung kicau, reptil, hingga ikan hias.
Keunggulan lainnya adalah masa panen yang relatif singkat, yakni sekitar 30–45 hari.
Perkiraan modal awal:
- Box ternak kayu atau plastik: Rp90.000
- Bibit telur jangkrik: Rp35.000
- Pakan konsentrat awal: Rp50.000
- Lakban pengaman box: Rp15.000
- Egg tray bekas: Rp30.000
- Lampu kecil atau penghangat: Rp25.000
- Cadangan operasional: Rp55.000
- Perawatan jangkrik cukup sederhana.
Pemilik usaha hanya perlu menjaga suhu dan kelembapan kandang agar tetap stabil.
Jika dikelola dengan baik, satu siklus panen dapat menghasilkan keuntungan yang menarik untuk skala rumahan.
Baca juga: 7 Ide Bisnis Kuliner Berbahan Dasar Kacang Hijau, Punya Peluang Bagus di Solo Raya
3. Ternak Cacing dengan Biaya Pakan Murah
Meski sering dipandang sebelah mata, cacing memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
Cacing dimanfaatkan sebagai pakan ikan, bahan baku obat tradisional, hingga pendukung produksi pupuk organik.
Estimasi modal usaha:
- Bibit cacing 2–3 kg: Rp120.000
- Box plastik atau rak sederhana: Rp60.000
- Media tanah humus: Rp30.000
- Kompos awal: Rp25.000
- Penutup atau pelindung media: Rp15.000
- Pakan organik tambahan: Rp20.000
- Cadangan perawatan: Rp30.000
Salah satu kelebihan usaha ini adalah biaya pakan yang sangat rendah.
Cacing dapat diberi makan dari limbah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, daun kering, dan kompos.
Selain menjual cacing, peternak juga bisa memperoleh tambahan pendapatan dari hasil kascing atau kotoran cacing yang banyak dicari sebagai pupuk organik.
4. Ternak Burung Puyuh Penghasil Telur Harian
Burung puyuh dikenal sebagai unggas yang produktif menghasilkan telur.
Karena ukuran tubuhnya kecil, kebutuhan lahan dan kandang juga tidak terlalu besar.
Perkiraan kebutuhan modal:
- Bibit puyuh 12 ekor: Rp96.000
- Kandang mini sederhana: Rp85.000
- Tempat makan dan minum: Rp25.000
- Pakan awal 5 kg: Rp55.000
- Vitamin sederhana: Rp14.000
- Lampu penghangat: Rp25.000
Keuntungan utama ternak puyuh adalah adanya pemasukan yang lebih cepat dari hasil penjualan telur.
Jika produktivitas tetap terjaga, peternak dapat memperoleh pendapatan harian yang membantu menjaga arus kas usaha.
Telur puyuh juga memiliki pasar yang luas, mulai dari pedagang makanan, warung makan, hingga konsumen rumah tangga.
5. Ternak Maggot BSF yang Ramah Lingkungan
Beberapa tahun terakhir, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) semakin populer.
Larva ini banyak digunakan sebagai alternatif pakan ikan dan unggas karena kandungan proteinnya tinggi.
Estimasi modal awal:
- Telur BSF atau starter kit: Rp75.000
- Wadah budidaya: Rp60.000
- Rak sederhana: Rp40.000
- Jaring penutup: Rp25.000
- Media fermentasi: Rp20.000
- Ember penampung limbah organik: Rp30.000
- EM4 atau aktivator fermentasi: Rp20.000
- Cadangan operasional: Rp30.000
Maggot memiliki siklus pertumbuhan yang cepat dan dapat dibudidayakan menggunakan limbah organik rumah tangga.
Selain menghasilkan nilai ekonomi, usaha ini juga membantu mengurangi volume sampah organik sehingga lebih ramah lingkungan.
Permintaan maggot terus meningkat seiring berkembangnya usaha budidaya ikan dan peternakan unggas yang membutuhkan pakan berkualitas dengan harga terjangkau.
Tips Memulai Usaha Ternak untuk Pemula
Sebelum memulai usaha ternak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pilih jenis ternak sesuai kemampuan modal dan waktu perawatan.
- Pelajari teknik budidaya dasar sebelum membeli bibit.
- Mulai dari skala kecil untuk meminimalkan risiko kerugian.
- Cari pasar atau calon pembeli sejak awal.
- Sisihkan sebagian keuntungan untuk pengembangan usaha.
Dengan modal sekitar Rp300 ribu, masyarakat Solo Raya tetap memiliki peluang untuk memulai usaha peternakan yang menjanjikan.
Meski dimulai dari skala kecil, usaha seperti ternak lele, jangkrik, cacing, puyuh, maupun maggot berpotensi berkembang menjadi sumber penghasilan tambahan jika dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
(*)
| 20 Ide Menu untuk Wedangan di Solo, Biar Usahamu Makin Laris Manis |
|
|---|
| 10 Ide Roti Kekinian untuk Bisnis Kuliner di Solo Raya, Cocok Jadi Menu Pendamping Kafe |
|
|---|
| 10 Ide Makanan Kekinian yang Berpotensi Viral dan Laris di Solo Raya, Siap Berbisnis? |
|
|---|
| 7 Ide Tanaman Menguntungkan, Cocok untuk Lahan Sempit di Solo |
|
|---|
| 7 Ide Bisnis Kuliner Berbahan Dasar Kacang Hijau, Punya Peluang Bagus di Solo Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/agus-nurokhim-pembudidaya-maggot.jpg)