Penipuan Haji Plus di Karanganyar

Modus Haji Plus Makan Korban, Uang Rp104 Juta Lansia Karanganyar Raib dalam Sekejap

Uang lebih dari Rp 104 juta yang telah ia setorkan kini raib, sementara keberangkatan ke Tanah Suci gagal total.

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
KORBAN PENIPUAN HAJI PLUS - Sri Wijiningsih (61), warga Perum Klodran Indah, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar saat ditemui, Selasa (2/6/2026). Lansia itu menjadi korban penipuan berkedok haji plus. Uang sekira Rp104 juta yang telah ia setorkan kini raib, sementara keberangkatan ke Tanah Suci gagal total. 

Ringkasan Berita:
  • Sri Wijiningsih (61) warga Colomadu, Karanganyar mengaku menjadi korban dugaan penipuan berkedok haji oleh oknum travel asal Solo.
  • Korban telah menyetor total Rp 104,3 juta secara bertahap sejak Desember 2024, namun gagal berangkat karena visa, paspor, dan tiket tak kunjung ada.
  • Setelah mediasi gagal dan uang baru kembali Rp 1,3 juta, korban akhirnya melapor ke Polresta Solo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Cerita pilu dialami Sri Wijiningsih (61), warga Perum Klodran Indah, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Niat memberi kejutan kepada keluarga dengan berangkat haji justru berujung petaka setelah dirinya diduga menjadi korban penipuan berkedok perjalanan haji.

Uang lebih dari Rp 104 juta yang telah ia setorkan kini raib, sementara keberangkatan ke Tanah Suci gagal total.

Sri mengaku awalnya ditawari program haji plus oleh seorang perempuan berinisial DF, warga Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, pada Desember 2024.

Baca juga: Lima Jemaah Embarkasi Solo Berpulang di Tanah Suci, Wafat Sebelum Puncak Haji

Program itu disebut memiliki biaya lebih terjangkau dan proses keberangkatan lebih cepat tanpa antre panjang.

Karena ingin memberi kejutan kepada anak-anaknya, Sri memilih menyimpan rencana tersebut sendiri.

Minimnya pemahaman soal prosedur haji membuat ia percaya begitu saja terhadap tawaran tersebut.

“Saat itu, saya ditawari haji plus, saya terima tawaran itu dengan sengaja tidak memberi tahu anak-anaknya tentang rencana itu dan memberikan kejutan ketika jadwal keberangkatan semakin dekat dan namanya orang tua, jadi tidak terlalu paham soal begituan," kata Sri Wijiningsih, Selasa (2/6/2026).

Total 14 Kali Transfer

Untuk memenuhi biaya keberangkatan, Sri menggunakan uang dari berbagai sumber.

Mulai dari santunan kematian, dana Asabri, hingga gaji peninggalan almarhum suaminya. Ia bahkan hidup hemat selama setahun agar tabungannya tetap utuh.

Pembayaran dilakukan secara bertahap sejak Desember 2024.

Total ada 14 kali transfer yang dilakukan hingga dinyatakan lunas pada Mei 2025 dengan nilai mencapai Rp 104.300.000.

“Saya dulu yakin tahun itu bisa benar-benar berangkat haji, namun ternyata saya tidak bisa berangkat," ungkap dia.

“Kalau bagi orang lain mungkin biasa, tapi buat saya itu besar sekali,” lanjut Sri.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved