Penipuan Haji Plus di Karanganyar
Rela Menahan Diri Tak ke Mall Hingga Hidup Hemat Demi Naik Haji, Lansia Karanganyar Malah Tertipu
Impian Sri Wijiningsih ke Tanah Suci pupus setelah diduga menjadi korban penipuan berkedok perjalanan haji.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Sri Wijiningsih (61), warga Karanganyar, mengaku jadi korban penipuan berkedok haji setelah menyetor Rp104,3 juta kepada oknum travel.
- Demi biaya haji, ia hidup hemat hingga menahan diri tak pergi ke mal dan mengandalkan bantuan anak untuk kebutuhan sehari-hari.
- Meski sempat menerima perlengkapan haji, keberangkatan gagal karena paspor, visa, dan tiket tak kunjung ada. Kasus dilaporkan ke Polresta Solo.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Niat Sri Wijiningsih (61) untuk berangkat haji justru berujung pilu.
Lansia warga Perum Klodran Indah, Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar itu mengaku rela hidup hemat hingga menahan diri tidak pergi ke mal demi bisa menabung biaya haji.
Namun, impiannya ke Tanah Suci pupus setelah diduga menjadi korban penipuan berkedok perjalanan haji.
Sri mengaku menggunakan tabungan peninggalan mendiang suaminya untuk melunasi biaya haji yang ditawarkan seorang oknum penyelenggara haji asal Solo berinisial DF.
Demi menjaga tabungan tetap utuh, ia mengurangi berbagai pengeluaran pribadi selama berbulan-bulan.
“Saya memang melakukan hidup hemat, salah satunya untuk menahan diri untuk tidak pergi ke Mall,” kata Sri Wijiningsih, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Modus Haji Plus Makan Korban, Uang Rp104 Juta Lansia Karanganyar Raib dalam Sekejap
Sri mengatakan, kebutuhan sehari-harinya selama ini banyak dibantu oleh anak-anaknya sehingga uang tabungan bisa tetap tersimpan untuk biaya haji.
“Hidup hemat mas, saya di rumah sendiri saya dibantu anak-anak karena anak saya sudah mentas, makan, minum dan pakaian dibelikan anak saya,” ujar dia.
Dari hasil hidup hemat tersebut, Sri berhasil mengumpulkan uang hingga Rp 104,3 juta. Dana itu kemudian disetorkan secara bertahap dan dinyatakan lunas pada Mei 2025.
Kecurigaan Mulai Muncul
Harapan Sri sempat semakin besar setelah dirinya menerima pakaian haji. Ia yakin keberangkatannya tinggal menunggu waktu.
Namun belakangan, paspor, visa, hingga tiket pesawat yang dijanjikan tak kunjung diberikan.
Kecurigaan mulai muncul ketika alasan yang diberikan terus berubah. Hingga akhirnya Sri mengetahui ada calon jamaah lain yang mengalami persoalan serupa dan dipastikan gagal berangkat.
“Saya coba minta uang saya kembali, namun susah sekali, hingga berbulan-bulan saya minta, tetapi dia bilang uang saya hangus. Saya syok, karena paspor tidak ada, visa tidak ada, tiket juga tidak dibelikan,” ungkap dia.
Baca juga: Tak Beri Tahu Anak, Lansia Karanganyar Korban Penipuan Haji Plus Awalnya Hendak Beri Kejutan
Dari total uang lebih dari Rp 104 juta yang telah disetorkan, Sri mengaku baru menerima pengembalian sekitar Rp 1,3 juta.
Kasus tersebut akhirnya dilaporkan ke Polresta Solo setelah upaya penyelesaian secara kekeluargaan tak membuahkan hasil. Meski kecewa, Sri mengaku tetap berharap suatu hari bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
| Tabungan Habis Demi Haji, Sri Wijiningsih Jadi Korban Dugaan Penipuan Travel di Solo |
|
|---|
| Tak Beri Tahu Anak, Lansia Karanganyar Korban Penipuan Haji Plus Awalnya Hendak Beri Kejutan |
|
|---|
| Tak Hanya Lansia Colomadu Karanganyar, Korban Penipuan Haji Plus Juga Berasal dari Solo hingga Jogja |
|
|---|
| Modus Haji Plus Makan Korban, Uang Rp104 Juta Lansia Karanganyar Raib dalam Sekejap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/KORBAN-PENIPUAN-HAJI-PLUS-Sri-Wijiningsih-warga-Perum-Klodran-Indah-Colomadu-KaranganyaR.jpg)