Pengesahan Perguruan Silat
Jelang Malam 1 Suro, Kapolres se-Solo Raya Bahas Pengamanan Pengesahan Perguruan Silat
Kapolres se-Solo Raya melakukan antisipasi pengamanan perguruan silat. Mereka sepakat untuk meminimalisir konflik.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Kapolres se-Solo Raya bersama IPSI menggelar deklarasi kamtibmas di Mapolresta Solo untuk menyamakan persepsi pengamanan pengesahan perguruan silat yang bertepatan dengan malam 1 Suro.
- Polisi meminta pimpinan dan tokoh perguruan silat berperan aktif membina anggota, menjaga persaudaraan, serta mencegah provokasi dan konflik antarkelompok.
- Pelaksanaan pengesahan anggota baru diimbau berlangsung tertib tanpa konvoi atau arak-arakan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Pemimpin kepolisian resor di 7 wilayah di Solo Raya melaksanakan pertemuan di Mapolresta Solo untuk membahas terkait pengamanan pengesahan perguruan silat yang akan dilaksanakan bertepatan pada malam 1 Suro, Kamis (4/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, juga digelar dengan deklarasi kamtibmas bersama Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasi Humas AKP Lingga Ramadhani mengatakan bahwa kegiatan pengesahan perguruan silat akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Juni mendatang.
"Melalui forum ini, kami ingin menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh pihak agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami berharap apabila terdapat permasalahan, baik di internal maupun antarperguruan, dapat diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan dengan melibatkan IPSI serta para pimpinan perguruan silat," ujar Lingga.
Dalam pengamanan upacara pengesahan perguruan silat, menurut Lingga, peran para ketua dan tokoh perguruan silat sangat strategis.
Terkhusus peran tersebut untuk memberikan arahan dan pembinaan kepada anggota untuk menjaga sikap, mengedepankan persaudaraan, serta tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.
Jangan Mudah Terprovokasi
Oleh karena itu, para pimpinan perguruan diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada anggotanya agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi menimbulkan konflik maupun gesekan antarkelompok.
"Kami mengajak seluruh keluarga besar perguruan silat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dengan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Apabila terdapat persoalan, mari diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi yang baik sehingga tidak berkembang menjadi gangguan kamtibmas," kata dia.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran kepolisian juga mengimbau agar pelaksanaan kegiatan pengesahan anggota baru dapat dilaksanakan secara tertib dengan meminimalisasi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerawanan, seperti konvoi kendaraan, arak-arakan massa, maupun kegiatan lain yang dapat mengganggu ketertiban umum dan pengguna jalan.
Baca juga: Pemuda yang Dikeroyok di Jalan Solo-Tawangmangu Ternyata Anggota Perguruan Silat, Ada Konflik?
Polri berharap seluruh rangkaian kegiatan pengesahan anggota perguruan silat dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib, serta menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota perguruan silat maupun dengan masyarakat.
Sebagai wujud komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan pembacaan deklarasi damai dan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan IPSI serta seluruh perguruan silat se-Karesidenan Surakarta.
Dalam deklarasi tersebut, seluruh peserta sepakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan, menolak segala bentuk provokasi, mengedepankan penyelesaian masalah secara damai, serta mendukung upaya Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama Bulan Muharam.
Melalui sinergi dan kolaborasi yang kuat antara Polri, IPSI, perguruan silat, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan pelaksanaan pengesahan anggota baru perguruan silat tahun 2026 di wilayah Solo Raya dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan membawa manfaat positif bagi masyarakat serta menjaga persatuan dalam bingkai kebhinekaan. (*)
| Fraksi Amanat Pembangunan DPRD Klaten Soroti 4 Pilar Perda Narkoba, Minta Pemkab Bongkar Bandar |
|
|---|
| Bupati Hamenang Dorong Percepatan Rekomendasi ATR/BPN untuk Penetapan LP2B di Klaten |
|
|---|
| Potensi Dua Kirab Suro Beda Kubu Keraton Solo, GKRP Timoer : Selain dari PB XIV Purbaya itu Makar |
|
|---|
| Pemkab Klaten Kebut Penyelesaian LP2B, Lahan Sawah Dipastikan Terlindungi! |
|
|---|
| Fraksi PKB DPRD Klaten Soroti Fasilitas Rehabilitasi Narkoba, Dorong Pemkab Siapkan Strategi Konkret |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Rapat-Kapolresta-Solo-Raya.jpg)