Bank Sampah Desa Ceporan

Libatkan ODGJ, Program Bank Sampah Desa Ceporan di Klaten Jadi Inspirasi dan Jalan Kepedulian

Program bank sampah di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten mendapat perhatian khusus dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. 

Tayang:
Tangkap Layar Instagram/Instagram @humaskabklaten
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten kembali menggelar kegiatan Sambung Rasa sebagai wadah dialog langsung antara pemerintah dan masyarakat. Kali ini, kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Rabu (10/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Program bank sampah di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten mendapat perhatian khusus dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
  • Program pengelolaan sampah yang melibatkan dan membantu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta penyandang disabilitas itu dinilai menjadi contoh kepedulian sosial yang layak ditiru desa lain.
  • Program bank sampah ini telah berjalan selama empat tahun terakhir dengan konsep sedekah sampah.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
 
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Program bank sampah di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten mendapat perhatian khusus dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo

Program pengelolaan sampah yang melibatkan dan membantu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta penyandang disabilitas itu dinilai menjadi contoh kepedulian sosial yang layak ditiru desa lain.

Pujian tersebut disampaikan Bupati Hamenang usai menghadiri kegiatan di Desa Ceporan, Rabu (10/6).

"Di sisi lain tadi ada hal yang menarik di desa Ceporan, karena di sini ternyata mereka sangat peduli dengan warga penyandang disabilitas dan ODGJ," ujarnya.

Baca juga: Sambung Rasa Desa Ceporan Klaten, Warga Antusias Sampaikan Keluhan dan Usulan pada Bupati Hamenang

Menurut Hamenang, program bank sampah yang dijalankan masyarakat bukan hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi warga yang membutuhkan.

Dia menyebut, hasil pengelolaan sampah dapat menjadi berkah apabila dimanfaatkan untuk membantu sesama.

"Ini bisa menjadi inspirasi, untuk desa-desa yang lain agar ke depan," ucapnya.

"Dalam rangka mengelola persampahan, bisa menjadi berkah dan manfaat untuk saudara sesama yang membutuhkan," imbuhnya.

Sudah Berjalan 4 Tahun

Program bank sampah di Desa Ceporan sendiri telah berjalan selama empat tahun terakhir. Kegiatan tersebut dikelola masyarakat dengan konsep sedekah sampah.

Baca juga: Imbas Harga BBM Pertamax Naik, OPD Klaten Tak Lagi Pakai Mobil Dinas, Bakal Ganti Bus Sekolah

BPD Desa Ceporan, Agung, menjelaskan masyarakat menyumbangkan sampah kering yang masih memiliki nilai jual seperti plastik, botol, hingga kardus.

"Ini sudah jalan 4 tahun," ujarnya.

Menurut Agung, sistem sedekah sampah dipilih karena dinilai lebih fleksibel dan menyesuaikan kesadaran masyarakat.

"Karena memang kesadaran masyarakat, kita belum belum bisa untuk mengikat. Jadi bentuknya donasi yang tidak mengikat," ucapnya.

Pengumpulan sampah biasanya dilakukan bersamaan dengan kegiatan Posyandu balita di desa setempat. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah sebelum dijual kepada pengepul.

Hasil penjualan sampah selanjutnya dimanfaatkan untuk membantu warga penyandang disabilitas dan ODGJ dalam bentuk insentif uang maupun sembako.

Program tersebut kini menjadi perhatian karena dinilai mampu memadukan kepedulian lingkungan dengan kepedulian sosial di tengah masyarakat desa. 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved