Bank Sampah Desa Ceporan
Libatkan ODGJ, Program Bank Sampah Desa Ceporan di Klaten Jadi Inspirasi dan Jalan Kepedulian
Program bank sampah di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten mendapat perhatian khusus dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Penulis: Zharfan Muhana | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Program bank sampah di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten mendapat perhatian khusus dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
- Program pengelolaan sampah yang melibatkan dan membantu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta penyandang disabilitas itu dinilai menjadi contoh kepedulian sosial yang layak ditiru desa lain.
- Program bank sampah ini telah berjalan selama empat tahun terakhir dengan konsep sedekah sampah.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Zharfan Muhana
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Program bank sampah di Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten mendapat perhatian khusus dari Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.
Program pengelolaan sampah yang melibatkan dan membantu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) serta penyandang disabilitas itu dinilai menjadi contoh kepedulian sosial yang layak ditiru desa lain.
Pujian tersebut disampaikan Bupati Hamenang usai menghadiri kegiatan di Desa Ceporan, Rabu (10/6).
"Di sisi lain tadi ada hal yang menarik di desa Ceporan, karena di sini ternyata mereka sangat peduli dengan warga penyandang disabilitas dan ODGJ," ujarnya.
Baca juga: Sambung Rasa Desa Ceporan Klaten, Warga Antusias Sampaikan Keluhan dan Usulan pada Bupati Hamenang
Menurut Hamenang, program bank sampah yang dijalankan masyarakat bukan hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi warga yang membutuhkan.
Dia menyebut, hasil pengelolaan sampah dapat menjadi berkah apabila dimanfaatkan untuk membantu sesama.
"Ini bisa menjadi inspirasi, untuk desa-desa yang lain agar ke depan," ucapnya.
"Dalam rangka mengelola persampahan, bisa menjadi berkah dan manfaat untuk saudara sesama yang membutuhkan," imbuhnya.
Sudah Berjalan 4 Tahun
Program bank sampah di Desa Ceporan sendiri telah berjalan selama empat tahun terakhir. Kegiatan tersebut dikelola masyarakat dengan konsep sedekah sampah.
Baca juga: Imbas Harga BBM Pertamax Naik, OPD Klaten Tak Lagi Pakai Mobil Dinas, Bakal Ganti Bus Sekolah
BPD Desa Ceporan, Agung, menjelaskan masyarakat menyumbangkan sampah kering yang masih memiliki nilai jual seperti plastik, botol, hingga kardus.
"Ini sudah jalan 4 tahun," ujarnya.
Menurut Agung, sistem sedekah sampah dipilih karena dinilai lebih fleksibel dan menyesuaikan kesadaran masyarakat.
"Karena memang kesadaran masyarakat, kita belum belum bisa untuk mengikat. Jadi bentuknya donasi yang tidak mengikat," ucapnya.
Pengumpulan sampah biasanya dilakukan bersamaan dengan kegiatan Posyandu balita di desa setempat. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah sebelum dijual kepada pengepul.
Hasil penjualan sampah selanjutnya dimanfaatkan untuk membantu warga penyandang disabilitas dan ODGJ dalam bentuk insentif uang maupun sembako.
Program tersebut kini menjadi perhatian karena dinilai mampu memadukan kepedulian lingkungan dengan kepedulian sosial di tengah masyarakat desa.
| Viral Toko Emas di Nusukan Solo Dikabarkan Dirampok, Pelaku Beraksi Modus Pura-pura Membeli |
|
|---|
| Antrean di SPBU Sudimoro Boyolali Mengular hingga Jalan, Motor Buru Pertalite |
|
|---|
| Motif Suparman Habisi Nyawa Bilqis di Sragen Terungkap, Demi Motor dan HP |
|
|---|
| Pernah Membunuh Perempuan dan Waria, Bilqis Diduga Jadi Korban Ketiga Suparman |
|
|---|
| Identitas Terduga Pelaku Kasus Bilqis, Sehari-hari Bekerja sebagai Operator Thresher |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Hamenang-di-Gedung-Serbaguna-Desa-Ceporan-Kecamatan-Gantiwarno.jpg)