Kenaikan Harga BBM

Antrean Makin Panjang Pasca Pertamax Naik, Ojol Khawatir Pertalite Jadi Barang Langka

Pengemudi ojol di Sukoharjo mulai khawatir Pertalite menjadi langka setelah harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.

Tayang:
TribunSolo.com/Anang Maruf Bagus Yuniar
Ilustrasi pengemudi ojol mengantre pengisian BBM di SPBU Puri Gading, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (13/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pengemudi ojol di Sukoharjo mulai khawatir Pertalite menjadi langka setelah harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter.
  • Ojol mengaku belum terdampak langsung karena masih memakai Pertalite, namun antrean di SPBU kini lebih panjang akibat diduga banyak pengguna Pertamax beralih ke BBM subsidi.
  • Pengemudi takut biaya operasional melonjak jika terpaksa memakai Pertamax, karena pendapatan harian mereka tidak menentu.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax RON 92 mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pengemudi ojek online (ojol) di Kabupaten Sukoharjo.

Meski hingga kini mayoritas pengemudi masih bertahan menggunakan BBM subsidi Pertalite sehingga belum merasakan kenaikan biaya operasional secara langsung, mereka mulai cemas jika suatu saat Pertalite menjadi langka akibat meningkatnya peralihan pengguna dari Pertamax.

Kondisi tersebut dirasakan salah seorang pengemudi Grab di Kabupaten Sukoharjo, Teguh. Pria yang telah delapan tahun bekerja sebagai pengemudi ojol itu mengaku selama ini mengandalkan Pertalite untuk menunjang aktivitas mencari penumpang setiap hari.

“Kalau dampaknya saya belum merasakan, karena saya pengguna Pertalite,” kata Teguh saat ditemui TribunSolo.com, Sabtu (13/6/2026).

Namun, di balik belum adanya kenaikan biaya operasional secara langsung, Teguh mengaku mulai khawatir terhadap kemungkinan terganggunya pasokan Pertalite di SPBU.

Baca juga: Kenaikan Pertamax Bikin Antrean Pertalite Makin Panjang, Ojol Kena Imbas Kirim Orderan Jadi Lama

Menurutnya, apabila Pertalite sulit didapat dan dirinya terpaksa membeli Pertamax dengan harga Rp16.250 per liter, pengeluaran harian akan meningkat cukup besar dan memberatkan kebutuhan rumah tangga.

“Iya takut kalau Pertalite langka. Otomatis terpaksa beli Pertamax dan itu nanti sangat memberatkan,” ujarnya.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa hari terakhir, Teguh mulai merasakan antrean kendaraan di SPBU semakin panjang dibandingkan biasanya.

Ia menduga kondisi tersebut dipicu banyak pengguna kendaraan yang sebelumnya memakai Pertamax kini beralih ke Pertalite setelah harga BBM non-subsidi mengalami kenaikan.

Jika sebelumnya antrean hanya berlangsung beberapa menit, kini waktu tunggu bisa dua kali lebih lama.

“Mungkin dampaknya lebih ke antrean Pertalite. Biasanya antre lebih dari lima menit, sekarang bisa sampai 10 menit. Yang antre bisa 10 sampai 15 kendaraan. Mungkin itu saja yang baru saya rasakan,” jelasnya.

Baca juga: Pasca Pertamax Naik Rp16.250 per Liter, Ojol di Sukoharjo Keluhkan Antrean Pertalite Makin Panjang

Setiap hari, Teguh mengalokasikan sekitar Rp25.000 untuk membeli bahan bakar. Dengan biaya tersebut, ia dapat melayani orderan dari wilayah Juwiring, Kabupaten Klaten hingga Kabupaten Sukoharjo.

Meski demikian, pendapatan yang diperolehnya tidak menentu karena bergantung pada jumlah pesanan yang masuk setiap hari.

“Pendapatan tidak tentu. Kalau sehari beli bensin sekitar Rp25.000,” lanjutnya.

Bagi para pengemudi ojol, keberadaan Pertalite dinilai sangat penting untuk menjaga pengeluaran operasional tetap terjangkau. Karena itu, mereka berharap pasokan BBM subsidi tetap aman agar tidak dipaksa beralih ke BBM non-subsidi yang harganya jauh lebih tinggi. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
1 - 0
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
5 - 1
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved