Fakta Menarik Tentang Boyolali
Asal-usul Nama Desa Samiran di Boyolali : dari Kisah Mbah Samir, Kini jadi Primadona Wisata
Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, nama Samiran diyakini berasal dari sosok tokoh bernama Mbah Samir.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Desa Samiran di Kecamatan Selo, Boyolali, menjadi pusat pemerintahan dan perekonomian kawasan lereng Merapi-Merbabu. Nama Samiran diyakini berasal dari tokoh Mbah Samir yang dipercaya sebagai cikal bakal desa.
- Berada di ketinggian sekitar 1.600 mdpl, Samiran memiliki udara sejuk, tradisi seperti kenduri dan Temu Tirta, serta panorama.
- Kini Samiran berkembang sebagai desa wisata dengan aktivitas trekking, budaya lokal, homestay, serta dikenal sebagai penghasil sayuran pegunungan dan susu sapi.
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Nama Samiran sudah tidak asing bagi masyarakat yang mengenal kawasan lereng Gunung Merapi dan Merbabu.
Desa yang berada di Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ini menjadi salah satu wilayah penting karena menjadi pusat pemerintahan sekaligus perekonomian Kecamatan Selo.
Kantor Kecamatan Selo, Polsek Selo, Koramil, hingga pusat aktivitas ekonomi seperti pasar berada di Desa Samiran.
Baca juga: Asal-usul Sedekah Gunung Merapi di Boyolali, Kepala Kerbau Dilarung ke Puncak saat Malam 1 Suro
Tak hanya itu, patung Paku Buwono VI yang menjadi salah satu ikon kawasan Selo juga berdiri di wilayah ini.
Berada di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut, Desa Samiran memiliki panorama khas pegunungan dengan posisi yang diapit dua gunung besar, yakni Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.
Lokasinya berjarak 46 kilometer dari Pusat Kota Solo, bisa ditempuh kurang lebih 1 jam 26 menit kendaraan pribadi.
Namun, di balik perannya sebagai pusat Kecamatan Selo, asal-usul nama Samiran hingga kini tidak memiliki catatan sejarah tertulis yang pasti.
Cerita mengenai nama desa tersebut lebih banyak diwariskan melalui kisah turun-temurun masyarakat setempat.
Nama Samiran Dikaitkan dengan Tokoh Mbah Samir
Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat, nama Samiran diyakini berasal dari sosok tokoh bernama Mbah Samir.
Makam tokoh yang dipercaya sebagai cikal bakal nama Samiran tersebut berada di RW 008 Dukuh Samiran.
Mbah Samir diyakini hidup jauh sebelum masuknya pengaruh agama Hindu, Buddha, hingga Islam di wilayah Selo.
Pada masa itu, masyarakat setempat masih memegang kepercayaan kapitayan.
Selain berasal dari nama tokoh, Samiran juga memiliki beberapa penafsiran makna. Dalam bahasa Sanskerta, kata "samiran" berarti angin sepoi-sepoi.
Baca juga: Asal-usul Nama Desa Tegalmulyo Klaten : Surga Tersembunyi di Lereng Merapi, Dulu Hutan Belantara
Sementara dalam bahasa Arab, kata "samir" memiliki arti membawa kebahagiaan.
| Asal-usul Nama Kecamatan Teras di Boyolali : Berkaitan Kisah Nyi Ageng yang Tanya Arah Jalan |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kecamatan Banyudono di Boyolali, Ada Kisah Ki Ageng Pandan Arang Beristirahat |
|
|---|
| Asal-usul Kecamatan Sambi di Boyolali : Dulu Kawasan Hutan Lebat, Ada Kisah Ki Ageng Giring Semedi |
|
|---|
| Pembuatan Rebana di Boyolali ini Hanya Gunakan Kulit Kambing Betina, Ini Alasannya |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata di Boyolali untuk Libur Lebaran : Ada Umbul Dudo yang Punya Legenda Tragis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kantor-Desa-Samiran-di-Selo-Boyolali-Jawa-Tengah.jpg)