Nataru 2026
Pergantian Tahun Baru 2026, Toko Kembang Api di Solo Diserbu Pembeli
Toko kembang api di Solo masih diburu, ini meski pemerintah meniadakan pesta kembang api karena empati untuk wilayah bencana.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Meski pesta kembang api ditiadakan pemerintah, warga tetap membeli kembang api untuk dinyalakan di rumah sebagai hiburan keluarga saat malam Tahun Baru.
- Warga memahami kebijakan tersebut sebagai bentuk empati atas bencana banjir bandang di Sumatra, namun tetap ingin memberi kebahagiaan bagi anak-anak.
- Pedagang mengaku penjualan kembang api menurun, terutama jenis udara, sementara kembang api kawat untuk anak-anak masih diminati.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifun
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meski pemerintah meniadakan pesta kembang api di malam perayaan Tahun Baru, sejumlah warga tetap menyerbu toko kembang api.
Mereka ingin menyalakan kembang api di rumah masing-masing.
Salah satu warga, Yudha, mengungkapkan ingin membelikan kembang api untuk anak-anaknya di rumah.
Baginya, hal ini merupakan hiburan bagi keluarganya di malam Tahun Baru.
“Beli kembang api. Buat di rumah Tahun Baru sama anak-anak. Yang penting mereka bisa senang-senang,” jelasnya usai membeli kembang api di Toko ABC Solo, Rabu (31/12/2025).
Ia pun bisa memahami pemerintah yang meniadakan pesta kembang api di malam Tahun Baru.
Hal ini sebagai bentuk empati atas bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatra.
“Ya monggo, silakan, tidak apa-apa. Empati pada warga yang terdampak bencana,” tuturnya.
Ia sendiri membeli satu pak kembang api seharga Rp20 ribu yang berisi lima boks.
Setiap boks berisi lima pcs kembang api.
Penjualan Menurun
Pemilik ABC Solo, Freddy, mengungkapkan penjualan kembang api menurun, terutama untuk jenis kembang api udara yang sering dinyalakan saat perayaan malam Tahun Baru.
Sementara itu, kembang api kawat masih diminati masyarakat.
Baca juga: Empat Daerah di Solo Raya Rayakan Tahun Baru Tanpa Kembang Api
Kembang api jenis ini biasanya digunakan untuk menghibur anak-anak dan dinyalakan di rumah.
“Penjualan turun. Berubah trennya, sekarang kembang api untuk anak-anak saja yang laku. Kalau yang ‘dar dor dar dor’ sudah turun penuh. Kembang api kawat ini buat anak-anak,” ungkapnya. (*)
| Hari Terakhir Libur Tahun Baru, Wisatawan Tawangmangu Karanganyar Turun |
|
|---|
| Bukan Tahun Baru, 3 Hari Usai Natal Jadi Hari Tersibuk di Exit Tol Klodran Colomadu Karanganyar |
|
|---|
| Libur Tahun Baru 2026 di Karanganyar: Ribuan Kendaraan Tercatat Melintas Exit Tol Klodran |
|
|---|
| Berkah Nataru 2026, Ekonomi Solo Raya Menggeliat dari Villa hingga Petani Ikan |
|
|---|
| Hari Pertama 2026 di Jalur Wisata Tawangmangu Karanganyar: Dari Peluit Polisi hingga Bau Kampas Rem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kembang-api-2.jpg)