Nataru 2026

Pergantian Tahun Baru 2026, Toko Kembang Api di Solo Diserbu Pembeli

Toko kembang api di Solo masih diburu, ini meski pemerintah meniadakan pesta kembang api karena empati untuk wilayah bencana.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
TETAP DIBURU. Suasana di Toko Kembang Api ABC Solo, Rabu (31/12/2025). Masyarakta tetap memburu kembang api meski Pemerintah menyarankan tak menyalakan kembang api. 
Ringkasan Berita:
  • Meski pesta kembang api ditiadakan pemerintah, warga tetap membeli kembang api untuk dinyalakan di rumah sebagai hiburan keluarga saat malam Tahun Baru.
  • Warga memahami kebijakan tersebut sebagai bentuk empati atas bencana banjir bandang di Sumatra, namun tetap ingin memberi kebahagiaan bagi anak-anak.
  • Pedagang mengaku penjualan kembang api menurun, terutama jenis udara, sementara kembang api kawat untuk anak-anak masih diminati.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifun

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Meski pemerintah meniadakan pesta kembang api di malam perayaan Tahun Baru, sejumlah warga tetap menyerbu toko kembang api.

Mereka ingin menyalakan kembang api di rumah masing-masing.

Salah satu warga, Yudha, mengungkapkan ingin membelikan kembang api untuk anak-anaknya di rumah.

Baginya, hal ini merupakan hiburan bagi keluarganya di malam Tahun Baru.

“Beli kembang api. Buat di rumah Tahun Baru sama anak-anak. Yang penting mereka bisa senang-senang,” jelasnya usai membeli kembang api di Toko ABC Solo, Rabu (31/12/2025).

Ia pun bisa memahami pemerintah yang meniadakan pesta kembang api di malam Tahun Baru.

Hal ini sebagai bentuk empati atas bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatra.

“Ya monggo, silakan, tidak apa-apa. Empati pada warga yang terdampak bencana,” tuturnya.

Ia sendiri membeli satu pak kembang api seharga Rp20 ribu yang berisi lima boks.

Setiap boks berisi lima pcs kembang api.

Kembang api Solo diburu
TETAP DIBURU. Suasana di Toko Kembang Api ABC Solo, Rabu (31/12/2025). Masyarakta tetap memburu kembang api meski Pemerintah menyarankan tak menyalakan kembang api.

Penjualan Menurun

Pemilik ABC Solo, Freddy, mengungkapkan penjualan kembang api menurun, terutama untuk jenis kembang api udara yang sering dinyalakan saat perayaan malam Tahun Baru.

Sementara itu, kembang api kawat masih diminati masyarakat.

Baca juga: Empat Daerah di Solo Raya Rayakan Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Kembang api jenis ini biasanya digunakan untuk menghibur anak-anak dan dinyalakan di rumah.

“Penjualan turun. Berubah trennya, sekarang kembang api untuk anak-anak saja yang laku. Kalau yang ‘dar dor dar dor’ sudah turun penuh. Kembang api kawat ini buat anak-anak,” ungkapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved