Museum Radya Pustaka Solo
Berlibur ke Solo Tak Lengkap Tanpa Kunjungi Radya Pustaka, Museum Pertama yang Ada di Indonesia
Ketika melancong ke Solo, tak afdol bila tak menyempatkan diri melihat koleksi museum Radya Pustaka.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Ringkasan Berita:
- Museum Radya Pustaka di kompleks Taman Sriwedari, Solo, menjadi destinasi wisata sejarah yang berdiri sejak 28 Oktober 1890.
- Museum ini menyimpan lebih dari 12 ribu koleksi, mulai naskah kuno, wayang, senjata tradisional, arca, hingga keramik dan kristal kuno.
- Dibuka Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB, tiket masuk terjangkau dan tersedia pemandu gratis bagi pengunjung.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.CLM, SOLO - Berlibur ke Solo tak lengkap bila tak menyelami sejarah kota yang telah berdiri sejak puluhan abad tersebut.
Salah satu lokasi yang tepat untuk melihat bagaimana perkembangan Solo adalah di museum Radya Pustaka.
Berada di tengah kota tepatnya di kompleks Taman Sriwedari yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi, sebenarnya museum Radya Pustaka dekat dari berbagai lokasi lainnya.
Museum Radya Pustaka sendiri awalnya merupakan instansi yang didirikan oleh Keraton Solo untuk menyimpan berbagai penemuan benda-benda bersejarah.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Solo Hari Ini Minggu 25 Januari 2026 : Hujan Ringan Diprediksi Guyur Kota Bengawan
Oleh karena itu, sebenarnya ketika ingin melancong ke Solo, tak afdol bila tak menyempatkan diri melihat koleksi museum Radya Pustaka.
Bagaimana tidak, menurut Staf Teknis Museum Radya Pustaka, Bangkit Supriyadi menjelaskan bahwa museum ini berdiri sejak abad ke-18.
"Jadi museum Radya Pustaka ini merupakan salah satu museum yang tertua jadi museum ini berdiri pada 28 Oktober 1890, jadi sebelum negara Republik Indonesia ini ada, museum ini sudah ada," ungkap Bangkit.
"Ini salah satu instansi yang menaungi berbagai macam kegiatan budaya, sastra dan seni. Jadi banyak juga peninggalan-peninggalan itu di simpan di sini. Ada dari hibah, ada yang penemuan di tampung di sini pada saat itu," lanjutnya.
Dengan lamanya berdiri, museum Radya Pustaka sampai saat ini memiliki banyak koleksi hingga mencapai lebih dari 12 ribu koleksi dari berbagai macam jenis seperti naskah kuno, buku kuno, berbagai macam wayang, berbagai macam senjata tradisional, hingga berbagai arca dari bahan bervariasi.
"Kurang lebih 12 ribu lebih hampir 13 ribu jenisnya ada berbagai macam jenis salah satunya naskah-naskah kuno, ada berbagai macam jenis senjata tradisional, ada arca-arca dari logam perunggu batu, miniatur kayu, ada keramik kuno, ada juga topeng hingga kristal-kristal kuno," jelasnya.
Jam Operasional
Jam operasional museum Radya Pustaka sendiri dikatakan Bangkit dibuka dari Selasa hingga Minggu mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB dengan tiket masuk terbilang murah yakni Rp 10 ribu untuk umum dan siswa Rp 7.500.
Sementara untuk rombongan siswa juga akan mendapat potongan harga Rp 5.000 per 50 siswa. Sedangkan wisatawan mancanegara dibandrol dengan harga Rp 20 ribu per tiket.
| Paket Kombo Wisata Museum Radya Pustaka Solo : Sekalian ke Gedung Wayang Orang dan Museum Keris |
|
|---|
| Daftar Kuliner Legendaris Dekat Museum Radya Pustaka Solo : Cocok Buat Healing Sambil 'Keplek Ilat' |
|
|---|
| Akses Mudah Jadi Daya Tarik Museum Radya Pustaka di Kompleks Sriwedari Solo, Bisa Dijangkau BST |
|
|---|
| Berwisata ke Museum Radya Pustaka, Oleh-oleh Khas Solo Mudah Didapat |
|
|---|
| Museum Radya Pustaka di Pusat Kota Solo, Mudah Akses dan Dekat Hotel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/MUSEUM-PERTAMA-Museum-Radya-Pustaka-lokasi-yang-cocok-dikunjungi-ketika-berlibur-di-Solo.jpg)