Jumenengan Mangkunegara X
Sikapi Dualisme, Mangkunegaran Undang 2 Kubu Raja Keraton Solo dengan Status SISKS Pakubuwono XIV
Keraton Praja Mangkunegaran mengambil pendekatan berbeda menyikapi dualisme yang tengah terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Dalam peringatan kenaikan tahta KGPAA Mangkunegara X (27/1/2026), Pakubuwono XIV Hangabehi hadir, sedangkan Pakubuwono XIV Purbaya berhalangan karena urusan mendadak di Jakarta
- Kedua raja Kasunanan Surakarta diundang secara pribadi sesuai nama terkini mereka sebagai Pakubuwono XIV
- Ketidakhadiran Purbaya sebelumnya terkait surat undangan yang salah menulis nama, sensitif di tengah isu dualisme keraton.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Praja Mangkunegaran mengambil pendekatan berbeda menyikapi dualisme yang tengah terjadi di Keraton Kasunanan Surakarta.
Dalam peringatan kenaikan tahta ke-4 KGPAA Mangkunegara X, Selasa (27/1/2026), kedua raja Kasunanan Surakarta diundang dengan penamaan yang sesuai status terkini mereka, yakni sebagai SISKS Pakubuwono XIV.
Undangan dan Kehadiran Kerabat Kasunanan Surakarta
Pakubuwono XIV Hangabehi diundang secara pribadi bersama dengan para kerabat dalem Keraton Kasunanan Surakarta, termasuk adiknya, GRAy Putri Purnaningrum.
Sementara itu, Pakubuwono XIV Purbaya juga menerima undangan pribadi, bersamaan dengan kerabat dalem lain seperti Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKRP Timoer Rumbai Kusuma Dewayani.
Namun, Sinuhun Purbaya tidak hadir dalam acara tersebut.
“Diundang, tapi memang berhalangan hadir. Karena ada urusan mendadak terkait acara beliau yang di Jakarta kemari," kata GKRP Timoer.
Sebaliknya, Sinuhun Hangabehi hadir dalam acara tersebut.
Kehadirannya bukan yang pertama kali, karena ia beberapa kali menghadiri peringatan kenaikan tahta di Mangkunegaran.
“Tidak (perdana hadir). Tidak mendampingi. Semua mendapat undangan masing-masing. Sesuai dengan undangan,” tuturnya.
Isu Dualisme dan Sensitivitas Penulisan Nama
Di tengah isu dualisme dalam Keraton Kasunanan Surakarta, penulisan nama menjadi hal yang sangat sensitif.
Hal ini terlihat ketika Pakubuwono XIV Purbaya tidak hadir dalam pertemuan bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, karena surat undangan tertulis KGPH Purbaya.
Pertemuan tersebut digelar di Resto Plataran Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (13/12/2025) dan juga dihadiri oleh Maha Menteri KG Panembahan Agung Tedjowulan.
Pakubuwono XIV Hangabehi dan sejumlah kerabat tampak hadir dalam kesempatan itu.
Juru Bicara Pakubuwono XIV Purbaya, KPA Singonagoro, menjelaskan bahwa kesalahan penulisan nama menjadi alasan ketidakhadiran:
Jumenengan Mangkunegara X
KGPAA Mangkunegara X
Mangkunegaran
Kota Solo
PB XIV Purbaya
SISKS Pakubuwono XIV
Keraton Kasunanan Surakarta
| Ada Syarat Khusus Bagi Penari Bedhaya Anglir Mendhung di Acara Jumenengan Mangkunegara X Solo |
|
|---|
| Diundang Sebagai Raja Keraton Solo, SISKS Pakubuwono XIV Purbaya Tak Hadir Karena Acara Mendadak |
|
|---|
| Kesakralan Beksan Bedhaya Anglir Mendung Jumenengan ke-4 Mangkunegara X Solo : Tamu Dilarang Rekam |
|
|---|
| PB XIV Purboyo Tak Hadir Jumenengan Mangkunegaran Solo, Ada Agenda di Jakarta |
|
|---|
| Apa Itu Tingalan Jumenengan Mangkunegara X Solo? Peringatan Kenaikan Tahta Diiringi Tradisi Sakral |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Pengageng-Parentah-PB-XIV-Purbaya-KGPHAP-Dipokusumo-saat-2.jpg)