Kondisi Sungai Bengawan Solo
Debit Air Sungai Bengawan Solo Kembali Naik, Sudah Mencapai Siaga Waspada
Debit Bengawan Solo meningkat pada Minggu (1/3/2026) dan mencapai status siaga waspada Petugas menutup Pintu Air Demangan di Kelurahan Sewu, Jebres.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Erlangga Bima Sakti
Ringkasan Berita:
- Debit Bengawan Solo meningkat pada Minggu (1/3/2026) dan mencapai status siaga waspada. Ketinggian air menyentuh bibir sungai dengan arus cukup deras akibat curah hujan tinggi di Kota Solo dan sekitarnya.
- Petugas menutup Pintu Air Demangan di Kelurahan Sewu, Jebres, untuk mencegah luapan masuk ke anak sungaidalam kota.
- Meski debit naik, kondisi masih aman. Namun, hujan lanjutan berpotensi kembali meningkatkan ketinggian air.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Debit air sungai Bengawan Solo kembali meningkat pada Minggu (1/3/2026). Ketinggian air bahkan sudah mencapai siaga waspada.
Petugas Intake IPAL Semanggi, Purnomo menerangkan bahwa pada pukul 13.00 WIB. Ketinggian air sungai Bengawan Solo telah mencapai siaga hijau.
"Sekitar satu jam lalu sudah mencapai siaga waspada," ungkap Purnomo melalui pesan singkat.
Pantauan TribunSolo.com di pintu air Demangan, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres Kota Solo. Ketinggian air sudah menyentuh bibir sungai, di beberapa titik bahkan air telah naik ke perbatasan bibir sungai.
Baca juga: Debit Air Sungai Bengawan Kembali Naik, Pintu Air dari Kota Solo Ditutup Sementara
Selain tingginya debit air, dari pantauan juga nampak arus sungai Bengawan Solo terlihat cukup deras.
Tingginya debit air sungai Bengawan Solo disebabkan karena curah hujan pada hari sebelumnya di Kota Solo dan sekitarnya terbilang cukup tinggi.
Tingginya debit air pun nampak membuat petugas pintu air seperti Demangan mengambil tindakan dengan menutup saluran.
Sebagai informasi, pintu air Demangan merupakan pintu air yang menghubungkan sungai-sungai kecil yang melintasi kota Solo dengan Sungai Bengawan Solo.
Ditutupnya pintu air Demangan merupakan salah satu upaya agar luapan sungai Bengawan Solo tidak masuk ke sungai-sungai dalam kota.
Baca juga: Rumah Terbakar di Andong Boyolali, Warga Dengar Ledakan Saat Kejadian
Hal itu dilakukan guna mencegah banjir di kawasan Kota Solo yang berada di bantaran sungai.
"Pintu air Demangan ditutup guna mencegah luapan sungai Bengawan masuk ke kota Solo melalui anak-anak sungai yang jalurnya di pintu air Demangan," lanjut Purnomo.
Namun demikian, kondisi debit air sungai Bengawan Solo saat ini dikatakan oleh Purnomo masih terbilang aman. Meski demikian, Purnomo juga tidak memungkiri apabila curah hujan masih tinggi pada hari ini akan mempengaruhi debit sungai. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-kawasan-pintu-air-Demangan-Kota-Solo.jpg)