Lebaran 2026

Anut Kalender Hijriah Global Tunggal, Warga Muhammadiyah Solo Gelar Salat Id Hari Ini

Salat Idul Fitri 2026 di Solo digelar Muhammadiyah lebih awal, 2.000 jemaah hadir di Mangkunegaran.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
SALAT ID - Warga Muhammadiyah Solo melaksanakan Salat Idul Fitri hari ini, Jumat (20/3/2026). Salah satunya di Pamedan Pura Mangkunegaran yang diikuti sekitar 2000 jamaah. 

Ringkasan Berita:
  • Sholat Idul Fitri 2026 di Solo digelar warga Muhammadiyah pada Jumat (20/3/2026) di Pamedan Pura Mangkunegaran, diikuti sekitar 2.000 jemaah
  • Penentuan 1 Syawal 1447 H menggunakan metode hisab melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sehingga bisa ditetapkan lebih awal
  • Muhammadiyah menghormati perbedaan dengan pemerintah yang menetapkan Idul Fitri pada Sabtu (21/3/2026).

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Salat Idul Fitri 2026 di Solo sudah mulai digelar oleh warga Muhammadiyah pada Jumat (20/3/2026).

Salah satu lokasi pelaksanaan berada di Pamedan Pura Mangkunegaran dengan jumlah jemaah mencapai sekitar 2.000 orang.

Salat Id di Mangkunegaran Diikuti Ribuan Jemaah

Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Ranting Keprabon, Fatkhul Hadi, mengungkapkan bahwa pelaksanaan Salat Idul Fitri tersebut telah mengantongi izin dari Adipati Praja Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara X.

“Kita dari penyelenggara Pemuda Muhammadiyah Ranting Keprabon mendapat palilah dari KGPAA Mangkunegara X untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 H atau 20 Maret 2026,” jelasnya.

SALAT ID  0 Suasana pelaksanaan Salat Idul Fitri di Lapangan Pamedan Mangkunagaran.Salat Idul Fitri 2026 di Solo sudah mulai digelar oleh warga Muhammadiyah pada Jumat (20/3/2026).
SALAT ID 0 Suasana pelaksanaan Salat Idul Fitri di Lapangan Pamedan Mangkunagaran.Salat Idul Fitri 2026 di Solo sudah mulai digelar oleh warga Muhammadiyah pada Jumat (20/3/2026). (TribunSolo.com / Ahmad Syarifudin)

Ia menambahkan, jumlah jemaah yang mengikuti Salat Id di lokasi tersebut berkisar 2.000 orang.

Gunakan Metode Hisab dan KHGT

Fatkhul menjelaskan, penentuan 1 Syawal oleh Muhammadiyah mengacu pada metode hisab melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Dengan metode ini, tanggal Hari Raya Idul Fitri sudah bisa ditentukan jauh hari sebelumnya.

“Karena kita menganut hisab. Jauh hari kita sudah menentukan 1 Syawal 1447 H. Biasanya sekitar 2000-an,” tuturnya.

Metode ini berbeda dengan rukyatul hilal yang umumnya digunakan pemerintah, di mana penentuan awal Syawal dilakukan menjelang hari H melalui sidang isbat.

Hormati Perbedaan Penetapan Idul Fitri

Sementara itu, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu (21/3/2026).

Menyikapi perbedaan tersebut, pihaknya menegaskan sikap saling menghormati antarumat.

“Untuk menyikapi perbedaan kita menghargai semua perbedaan. Semua mempunyai dasar untuk menentukan awal bulan 1 Syawal,” jelasnya.

Meski demikian, ia berharap ke depan umat Islam di Indonesia dapat menggunakan KHGT agar perayaan Idul Fitri bisa dilakukan secara serentak.

“Harapannya ke depan sudah mulai menggunakan Kalender Hijriyah Global Tunggal untuk semua umat bisa bersama-sama sehingga kita bisa mendapatkan ketaqwaan yang hakiki,” ungkapnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved