Kuliner di Solo
5 Istilah Kuliner Non-halal di Solo, Umat Islam Wajib Tahu!
Kota Solo merupakan salah satu kota budaya, di mana sebagian masyarakatnya masih menjaga adat-istiadat leluhur sampai sekarang.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- Wisatawan Muslim di Solo disarankan berhati-hati saat kulineran, karena beberapa makanan menggunakan istilah khusus untuk non-halal.
- Contoh kuliner non-halal: saren (darah hewan), sate jamu (daging anjing), B1/B2 (daging anjing/babi), serta sengsu dan sate guguk.
- Pengetahuan istilah ini penting agar tak salah konsumsi, karena beberapa menu ekstrem diklaim meningkatkan stamina, meski tidak ilmiah.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Jika berkunjung atau wisata di Kota Solo, Jawa Tengah, harap berhati-hati dan teliti ketika hendak kulineran atau membeli makanan.
Kota Solo merupakan salah satu kota budaya, di mana sebagian masyarakatnya masih menjaga adat-istiadat leluhur sampai sekarang.
Ada baiknya wisatawan khususnya Muslim bisa membedakan mana kuliner halal dan non halal di Solo.
Baca juga: Asal-usul Rel Bengkong dan Mitosnya, Lokasi KA Batara Kresna Solo-Wonogiri Mogok
Sebab di Solo, biasanya menggunakan istilah lain untuk kuliner non halal.
Agar Anda yang Muslim tak salah makan, simak istilah kuliner non halal di Kota Solo dan sekitarnya, dirangkum TribunSolo.com:
1. Saren
Di Solo ada makanan bernama saren yang masih dijual di beberapa tempat sampai saat ini.
Saren dibuat dari darah hewan, biasanya darah sapi, ayam, atau babi yang disembelih.
Darah hewan itu dikukus terlebih dahulu agar bentuknya menjadi padat.
Nah, jika tak hati-hati banyak mengira saren adalah hati karena memiliki rampilan yang sama, yakni merah kecokelatan.
Sementara itu, saren dari hati sapi lebih lembut teksturnya.
Baca juga: 26 Istilah Bahasa Jawa Unik Khas Orang Solo Lengkap dengan Artinya : Tekke, Og, Witekno, dll
2. Sate Jamu
Ada lagi kuliner ekstrem Solo yang sulit ditemukan di daerah lain. Namanya sate jamu.
Sate jamu adalah olahan daging anjing yang cukup populer di Kota Solo dan sekitarnya.
Sebutan sate jamu sudah sejak lama dan menyebar di kalangan masyarakat, meski tidak diketahui siapa yang pertama kali mencetuskan.
Disebut jamu (obat, red), konon olahan daging ini dipercaya bisa menambah stamina.
| Tempat Beli Oleh-oleh Lengkap di Solo, Tersedia 350 Macam Camilan yang Bervariasi, Harga Terjangkau |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner di Solo : Mencicipi Soto Trisakti yang Legendaris, Perkedelnya Top Markotop! |
|
|---|
| 5 Rekomendasi Restoran Keluarga di Solo untuk Acara Halal Bi Halal : Tempat Luas, Makanan Enak |
|
|---|
| Rekomendasi Kuliner Otentik Solo: Cicipi Es Dawet Telasih Bu Dermi di Pasar Gede yang Rasanya Unik |
|
|---|
| Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo : Ada Karak Legendaris Murah Meriah, Sulit Ditemui di Luar Solo Raya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Babi-Kuah-Mbak-Mun.jpg)