Banjir di Solo

Banjir Landa Solo Raya : Kini Debit Bengawan Solo Turun, Tapi Relawan Masih Siaga Banjir Susulan

Debit Bengawan Solo mulai turun setelah sempat naik drastis akibat hujan di Boyolali, Klaten, dan Wonogiri.

Tayang:
TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
DEBIT AIR TURUN - Ilustrasi alat pengukur debit air Sungai Bengawan Solo, Rabu (15/4/2026). Setelah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sukoharjo dan Solo, saat ini debit Bengawan Solo mulai turun. Puncak ketinggian air mencapai 10,09 cm, kini berangsur turun sekitar 5 cm. 

Ringkasan Berita:
  • Debit Bengawan Solo mulai turun setelah sempat naik drastis akibat hujan di Boyolali, Klaten, dan Wonogiri.
  • Puncak ketinggian air mencapai 10,09 cm, kini berangsur turun sekitar 5 cm.
  • Meski banjir mulai surut, relawan dan pemerintah tetap siaga mengantisipasi banjir susulan.

 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Setelah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sukoharjo dan Solo, saat ini debit Bengawan Solo mulai turun.

Meski begitu, Koordinator Pengamatan Banjir Pos Induk Bayu tetap bersiaga untuk mengantisipasi banjir susulan.

“Kalau nanti hujan seperti tadi malam aliran Sungai Bengawan Solo lancar mudah-mudahan tidak ada banjir. Antisipasi relawan tetap siaga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ungkapnya saat dihubungi, Rabu (15/4/2026).

EVAKUASI - Proses evakuasi wilayah terdampak banjir. Banjir akibat luapan Sungai Jenes di Kota Solo merendam ratusan rumah pada Selasa (14/4/2026) malam hingga Rabu (15/4/2026) pagi.
EVAKUASI - Proses evakuasi wilayah terdampak banjir. Banjir akibat luapan Sungai Jenes di Kota Solo merendam ratusan rumah pada Selasa (14/4/2026) malam hingga Rabu (15/4/2026) pagi. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Kenaikan debit air cukup drastis terjadi pada Selasa (14/4/2026) pukul 23.00. Hal ini dikarenakan hujan deras melanda tiga kabupaten.

“Kenaikannya dari jam 23.00-23.30 malam peningkatan cukup drastis. Dikarenakan hujan di wilayah Boyolali, Klaten, dan sebagian Wonogiri mengakibatkan Bengawan Solo mengalami kenaikan,” jelasnya.

Kenaikan debit air mencapai puncak pada 10,09 cm.

Debit Air Sudah Turun

Berdasarkan pemantauan terakhir debit air sudah menurun cukup signifikan.

“Hari ini yang terdampak banjir di wilayah Grogol. Tadi top skor di jam 22:00 di 10,09 centimeter lokal. Sampai jam 12:00 siang sudah mengalami penurunan sekitar 5 cm,” terangnya.

Pihaknya telah melakukan sejumlah langkah untuk penanganan korban banjir.

Salah satunya dengan evakuasi korban terdampak di sejumlah wilayah.

Baca juga: Banjir Sungai Jenes Solo Rendam Ratusan Rumah, Ini Deretan Wilayah dan Jumlah Warga Terdampak

“Untuk langkah yang akan dilakukan semua teman-teman relawan pemerintah masih evakuasi,” jelasnya.

Saat ini banjir di sejumlah wilayah sudah mulai surut.

Menurutnya, debit air masih tergolong aman.

“Yang di Solo yang terdampak sudah nggak ada paling di bantaran Sungai Bengawan Solo seperti di belakang UNS karena belum ada parapetnya. Siaga merahnya masih aman di bawah 30 cm itu masih aman,” terangnya.

(*)

 

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved