Banjir di Solo
Banjir di Kampung Sruni Solo, Air Sempat Naik hingga 30 Cm
Kampung Sruni Solo disebut kerap dilanda banjir saat hujan turun. Terakhir terjadi pada Selasa (20/1/2026) kemarin.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Hujan beberapa jam pada Selasa (20/1/2026) menyebabkan anak sungai Kali Pepe meluap di Kampung Sruni, Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo.
- Lurah Kadipiro Arif Budiman menyebut luapan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan berlangsung singkat karena hujan segera reda. Tidak ada air masuk rumah warga maupun evakuasi.
- Luapan kerap terjadi saat hujan lebat lama, dipicu anak sungai yang sempit dan tambahan debit dari wilayah Boyolali yang juga dilintasi aliran sungai.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah rumah di Kampung Sruni, Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, sempat terdampak hujan yang terjadi selama beberapa jam pada Selasa (20/1/2026).
Anak sungai Kali Pepe yang melintas di kampung tersebut sempat meluap hingga ke jalanan.
Pantauan TribunSolo.com pada Rabu (21/1/2026) air sudah surut.
Masyarakat juga terlihat beraktivitas seperti biasa.
Namun, soal banjir kemarin malam dibenarkan Lurah Kelurahan Kadipiro, Arif Budiman, saat dikonfirmasi TribunSolo.com.
Arif menjelaskan setidaknya ada 10 rumah yang terdampak lantaran jalan di depan rumah mereka tergenang air setinggi 20 sentimeter.
“Untuk banjir yang terjadi di RT 1 RW 13 Kampung Sruni, Kelurahan Kadipiro, kemarin ada kurang lebih 10 rumah yang berada di bantaran sungai yang terdampak,” ungkap Arif, Rabu (21/1/2026).
Arif melanjutkan, air mulai diketahui meluap dari anak sungai Kali Pepe sekitar pukul 19.30 WIB.
Banjir Tak Berlangsung Lama
Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama lantaran hujan mulai reda, sehingga aliran air di anak sungai kembali lancar.
Beruntung, tidak ada air yang meluap hingga masuk ke rumah warga saat kejadian.
“Tidak ada air yang masuk ke rumah warga, hanya meluap sampai ke jalan di depan rumah warga dengan ketinggian 20–30 cm,” lanjutnya.
“Tidak ada warga yang dievakuasi,” imbuhnya.
Baca juga: Cerita Satpam Asal Sragen Jadi Relawan Banjir Sumatra Selama Hampir 1 Bulan, Akui Ada Panggilan Jiwa
Disinggung terkait apakah kejadian banjir baru pertama kali terjadi, Arif mengatakan hal serupa pernah terjadi sebelumnya.
Namun, peristiwa tersebut biasanya terjadi saat hujan lebat mengguyur dalam kurun waktu lama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kampung-Sruni-banjir-2.jpg)