Pemanfaatan Panel Surya di Solo
Pertama Kali di Jateng, Korem Solo Pasang Panel Surya, Diklaim Hemat Listrik Hingga 70 Persen
Korem 074/Warastratama Solo menjadi yang pertama memasang panel surya di wilayah Kodam Diponegoro.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Korem 074/Warastratama Solo mulai menggunakan panel surya, menjadi yang pertama di wilayah Kodam Diponegoro.
- Setiap 12 panel mampu menghasilkan sekitar 54 kWh, cukup untuk satu bangunan, dengan pemasangan dilakukan bertahap menyesuaikan kebutuhan listrik.
- Penggunaan panel surya ditujukan mendukung energi terbarukan dan efisiensi anggaran, dengan potensi penghematan listrik hingga 30–70 persen atau sekitar Rp1–2 juta per bulan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Beberapa gedung di Markas Korem 074/Warastratama Solo menjadi markas komando resimen pertama di wilayah Kodam IV/Diponegoro yang menggunakan panel surya sebagai sumber listrik.
Hal itu diungkapkan oleh Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Muhammad Arry Yudistira usai meresmikan penggunaan panel surya di kantornya, Rabu (15/4/2026).
"Iya, baru di Korem Solo untuk pemasangannya," ungkap Arry.
Arry melanjutkan bahwa pemasangan panel surya yang dilakukan oleh pihaknya akan berlangsung bertahap.
Sementara itu, sampai saat ini baru 24 panel surya yang terpasang di dua gedung di kawasan Makorem.
"Kalau di Makorem yang kami pasang baru 2 titik, karena setiap bangunan kantor di sini itu satu meteran. Jadi setiap bangunan harus dipasang masing-masing," jelasnya.
Setiap 12 panel surya, menurut Arry, mampu menghasilkan daya listrik mencapai 54 kWh atau dengan kata lain bisa meng-cover satu bangunan.
"Ada 12 per bangunan, itu tergantung konsumsi per bangunannya. Jadi seperti kantor di sini konsumsinya 54 kWh, maka yang dibutuhkan kurang lebih 12 panel untuk meng-cover itu semua. Tapi kalau misalnya konsumsinya lebih rendah, tentu panel suryanya lebih sedikit," lanjutnya.
Target 48 Panel Surya
Arry menargetkan setidaknya pada 2026 ini sudah terpasang 48 panel surya yang tersebar di beberapa gedung di kantornya.
"Bertahap, rencana seperti itu jangka panjangnya. Tahun ini target kami 48," ujarnya.
Disinggung terkait tujuan pemasangan panel surya, Arry menegaskan bahwa langkah tersebut sebagai upaya mendukung Asta Cita Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, terkait penggunaan energi terbarukan.
"Yang pertama itu sesuai program Asta Cita Bapak Presiden, menggunakan energi terbarukan. Sehingga kita mengurangi beban, misalnya dalam rantai listrik paling panjang seperti solar yang digunakan di PLTD atau batu bara yang digunakan di PLTU," sebutnya.
Selain itu, upaya yang dilakukan pihaknya tersebut juga merupakan salah satu cara untuk efisiensi anggaran.
Baca juga: Ide dari Menantu Kades, Kini Warga Desa Pengkok Sragen Gunakan Panel Surya untuk Pengairan Sawah
"Tapi kalau rangkaian paling pendeknya, harapan kami ini efisiensi anggaran. Jadi efisiensi anggaran yang misalnya banyak menggunakan listrik PLN, dengan adanya solar cell ini bisa menekan sehingga anggaran yang dihemat bisa kita alihkan untuk hal yang lebih bermanfaat," imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, Arry menyebut bahwa penggunaan panel surya mampu menghemat konsumsi listrik dari PLN hingga 70 persen atau sekitar Rp 2 juta per bulan.
"Ini 30 sampai 70 persen. Contoh bangunan ini Rp 3 juta per bulan kita bayar listriknya. Jadi penghematannya bisa sampai Rp 1 sampai 2 juta per bulan. Itu baru kantor saya," terangnya.
Usai berhasil menerapkan penggunaan energi terbarukan seperti panel surya di Makorem 074/Warastratama, Arry juga akan melanjutkan pemasangan di setiap kantor Kodim di wilayah Solo Raya ke depannya.
"Setelah ini langsung, kemarin saya sudah sampaikan juga ke para Dandim supaya dipasang juga di kantor Kodim masing-masing," pungkasnya. (*)
| Khawatir Hujan Susulan, Warga Desa Gentan Sukoharjo Masih Bertahan di Pengungsian |
|
|---|
| Hujan Deras, Sungai Bengawan Solo Meluap hingga Daleman Jaten Karanganyar, Air Setinggi Pinggang |
|
|---|
| Daftar Titik Banjir di Solo : 715 KK Terdampak, 109 Warga Mengungsi Usai Hujan Deras |
|
|---|
| Banjir di Desa Gentan Sukoharjo, 108 KK Terdampak |
|
|---|
| Banjir Kembali Rendam Laweyan hingga Serengan Solo, Warga Sebut Tahun Ini Paling Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/panel-surya-makorem-34.jpg)