Banjir di Solo Raya
Hujan Deras, Sungai Bengawan Solo Meluap hingga Daleman Jaten Karanganyar, Air Setinggi Pinggang
Banjir Bengawan Solo Karanganyar merendam Jaten, 15 KK terdampak dan air setinggi pinggang.
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas
Ringkasan Berita:
- Banjir Bengawan Solo Karanganyar terjadi setelah hujan deras semalaman di Soloraya, merendam permukiman warga Dukuh Daleman, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten.
- Luapan air mulai naik pukul 05.45 WIB dan mencapai ketinggian hingga pinggang orang dewasa, menggenangi rumah serta fasilitas warga.
- Sebanyak 15 KK terdampak banjir, dan 1 warga dievakuasi karena kondisi kesehatan, sementara warga masih waspada potensi banjir susulan
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Banjir Bengawan Solo Karanganyar kembali terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan Soloraya semalaman.
Luapan air Sungai Bengawan Solo pada Rabu (15/4/2026) pagi mulai merendam permukiman warga di Dukuh Daleman, Dusun Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.
Air mulai naik sejak subuh dan dengan cepat memasuki area permukiman hingga merendam rumah warga dan fasilitas umum.
Warga menyebut ketinggian air bahkan mencapai pinggang orang dewasa.
Hujan Deras Picu Luapan Bengawan Solo
Warga setempat, Budi HS, mengatakan air Sungai Bengawan Solo mulai meluap sekitar pukul 05.45 WIB.
“Subuh air sudah meluap, alarm mulai berbunyi,” kata Budi, Rabu (15/4/2026).
Menurutnya, luapan air pertama kali menggenangi area masjid sebelum kemudian terus naik dan masuk ke kawasan permukiman warga.
Air Setinggi Pinggang Rendam Permukiman Warga
Tak butuh waktu lama, genangan air semakin meluas hingga merendam rumah-rumah warga di Dukuh Daleman, Dusun Banaran, Desa Ngringo, Kecamatan Jaten.
“Saat ini ketinggian sampai pinggang orang dewasa,” ujar Budi.
Kondisi tersebut membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian mulai mengamankan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi.
Baca juga: Banjir Wonogiri : Sungai Wiroko Meluap, Jembatan Karangturi Terendam, Dua Kecamatan Terdampak
15 KK Terdampak, Satu Warga Dievakuasi
Ketua RT 07/RW 06 Dukuh Daleman, Maryadi (50), menyebutkan sedikitnya 15 kepala keluarga (KK) terdampak banjir dari total 43 KK di wilayah tersebut.
Ia juga mengatakan satu warga terpaksa dievakuasi karena kondisi kesehatan.
“Yang terdampak luapan air ada 15 kepala keluarga, dan satu orang dievakuasi ke rumah warga yang tidak tergenang banjir karena sedang sakit,” ucapnya.
Baca juga: Banjir di Desa Gentan Sukoharjo, 108 KK Terdampak
Warga Masih Waspada Potensi Banjir Susulan
Hingga pagi hari, warga masih bersiaga mengantisipasi kemungkinan naiknya debit air susulan akibat hujan yang masih berpotensi turun di wilayah hulu Sungai Bengawan Solo.
Aparat setempat juga terus memantau kondisi genangan di lokasi terdampak.
(*)
| Air Banjir Campur Oli di Kwarasan Sukoharjo Berasal dari Garasi Bus, PO Diminta Tanggung Jawab |
|
|---|
| Evaluasi Banjir Sungai Jenes Solo, Respati Bakal Lakukan Taludisasi dan Tertibkan Bangunan Liar |
|
|---|
| Air Banjir di Kwarasan Sukoharjo Sempat Menghitam dan Viral, Ternyata dari Limbah Oli Bekas Bus |
|
|---|
| Aktivitas Warga Grogol Sukoharjo Setelah Banjir: Bersih-bersih Rumah |
|
|---|
| Cerita Ketua RT Tanjunganom Sukoharjo Saat Banjir: Warga Mengungsi ke Rumah Bertingkat dan Pos Ronda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Suasana-Dukuh-Daleman-Dusun-Banaran-Desa-Ngringo-Kecamatan-Jaten-2.jpg)