PSI Datangi Jokowi ke Solo
Di Solo, PSI Tegaskan Tak Terlibat Pelaporan JK, Siap Mediasi Lewat Dialog
PSI menegaskan tidak ada sangkut pautnya dengan pelaporan JK. Meski ada kader mereka yang ikut melapor, itu tak mewakili partai.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Ketua Harian PSI Ahmad Ali menegaskan partainya tidak terlibat dalam pelaporan penistaan agama terhadap Jusuf Kalla, meski pelapor ada yang berstatus kader.
- PSI menyebut pelaporan dilakukan secara pribadi oleh anggota yang juga bagian dari organisasi lain, bukan mewakili sikap partai.
- Ahmad Ali berencana memediasi kedua pihak dan berharap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog tanpa berkepanjangan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Harian PSI Ahmad Ali menegaskan partainya tidak terlibat dalam pelaporan penistaan agama oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Gamki) dkk terhadap mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Ia pun berniat akan memediasi kedua belah pihak untuk mencari jalan keluar.
“Saya ingatkan itu bukan kader PSI yang melakukan pelaporan. PSI tidak punya urusan dengan pelaporan Pak Jusuf Kalla,” ungkap Ahmad Ali saat ditemui usai bertemu di kediaman Jokowi, Kamis (16/4/2026).
Ia tak memungkiri pihak pelapor di antaranya merupakan kader PSI.
Salah satunya Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Sahat Martin Philip Sinurat. Namun, mereka tidak mewakili partai dalam membuat pelaporan.
“Tapi secara pribadi mereka punya organisasi, ada 20 organisasi di belakangnya. Mereka melakukan pelaporan itu dijamin undang-undang,” jelas Ahmad Ali.
Ia pun akan menjadi mediator dalam perkara ini.
Ia mengaku telah menjalin komunikasi dengan Jusuf Kalla terkait kemungkinan adanya mediasi.
“Namun demikian, kami sudah membicarakan. Kemarin Pak Jusuf Kalla menelepon. Insyaallah dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan mediasi. Saya akan memediasi pertemuan itu,” terangnya.
Bisa Dicari Jalan Tengah
Menurutnya, apa pun yang menjadi permasalahan kedua belah pihak, semua tetap bisa dicari jalan tengahnya.
Ia berharap kasus ini tidak berkepanjangan.
“Kalau itu kesalahpahaman, itu bisa diluruskan. Kalau ada pihak yang keliru bisa minta maaf. Kesalahpahaman ini jangan terus digoreng. Ini menjadi menguras hal-hal yang remeh temeh seperti itu,” jelasnya.
Ia sendiri merupakan Ketua DPW Dewan Masjid Indonesia Sulawesi Tengah.
Baca juga: Kala Jokowi di Solo Tak Gubris Permintaan Jusuf Kalla Tunjukkan Ijazah, Cuma Mau Turuti Orang Ini!
Ia akan berusaha berkomunikasi dengan Jusuf Kalla yang juga menjabat Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/PSI-tak-terlibat-pelaporan-JK.jpg)