Flyover Purwosari Solo
Flyover Manahan dan Purwosari di Solo Butuh Sentuhan Perbaikan, Ada Titik Kerusakan
mozaik yang menghiasi dinding flyover Manahan butuh sentuhan perbaikan. Sebab, kondisinya mulai keropos.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Ornamen mozaik di dinding flyover Manahan mulai keropos, mengelupas, dan berjatuhan sehingga membahayakan pengguna jalan.
- Kerusakan juga terjadi di flyover Purwosari, dengan ornamen tembaga yang patah dan rusak di beberapa titik.
- Pemkot Solo akan melakukan perbaikan melalui program pemeliharaan, saat ini masih tahap penyusunan DED dan ditargetkan mulai dikerjakan Juni.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ornamen atau mozaik yang menghiasi dinding flyover Manahan, atau tepatnya yang berada di Jalan dr. Moewardi, mulai keropos.
Bahkan, beberapa susunan mozaik yang berasal dari bahan marmer tersebut mulai mengelupas dan berjatuhan.
Kondisi tersebut pun cukup membahayakan pengguna jalan yang melintas di kawasan bawah flyover Manahan lantaran sewaktu-waktu bisa jatuh dan menimpa pengendara.
Rusaknya ornamen mozaik yang ada di dinding flyover Manahan pun telah dilaporkan oleh warga melalui laman Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS).
"Ornamen sisi barat flyover Manahan (sebelah selatan lampu merah) sebagian sudah ambrol ke jalan dan sebagian lagi rawan ambrol. Sangat membahayakan pengguna jalan. Mohon bisa dibenahi. Terima kasih," tulis keterangan warga dalam laman ULAS.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pemkot Solo, Joko Supriyanto, menerangkan bahwa pihaknya telah mengkaji kondisi mozaik di dinding flyover Manahan sisi selatan tersebut.
"Oh iya, nanti kita pakai pemeliharaan rutin jembatan. Itu yang mozaik nanti kita lepas dan kita samakan dengan sisi utara rel," ungkap Joko saat dihubungi TribunSolo.com, Jumat (17/4/2026).
Joko melanjutkan bahwa pemeliharaan flyover Manahan sejak diresmikan pada 2018 silam memang tidak menyentuh ornamen penghias dinding.
Akui Butuh Perbaikan
Ia juga tidak memungkiri bahwa kondisi mozaik telah usang dan harus segera diganti.
"Iya, sejak dibangun flyover Manahan, bahasanya kami merawatnya hanya di bangunan utamanya. Kalau yang mozaik memang sudah permanen dan tidak bisa kita ubah. Ini banyak masukan untuk disamakan dengan diganti mural," lanjutnya.
Tak hanya di flyover Manahan, kondisi rusaknya ornamen penghias jalan layang itu pun juga terdapat di flyover Purwosari.
Sejumlah ornamen penghias yang terbuat dari tembaga berbentuk gunungan wayang serta motif batik di sepanjang dinding pembatas flyover tampak telah ada yang rusak.
Dari pantauan TribunSolo.com, beberapa ornamen penghias dari bahan tembaga tersebut bahkan ada yang patah.
Kondisi tersebut juga telah dilaporkan oleh salah seorang warganet melalui media sosial TikTok dari akun @Wandibaksowonogiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Kondisi-dinding-dan-ornamen-flyover.jpg)