Kenaikan Harga Sembako di Solo
Harga Kedelai Naik, Pedagang di Solo Sebut Berdampak pada Harga Tempe dan Tahu
Harga kedelai mengalami kenaikan, ini berimbas pada harga tempe yang juga mengalami kenaikan.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Harga kedelai impor naik tajam hingga Rp5.000 per kilogram sejak Rabu (20/5/2026). Sementara kedelai lokal juga mengalami kenaikan sekitar Rp700 per kilogram menjadi Rp11.200.
- Kenaikan harga kedelai berdampak pada pedagang makanan berbahan baku tempe dan tahu.
- Meski harga tahu belum mengalami kenaikan signifikan, pedagang mengeluhkan ukuran tahu yang mulai menipis. Kondisi itu diduga imbas dari naiknya harga kedelai sebagai bahan baku utama.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Harga komoditas bahan pokok seperti kedelai mengalami kenaikan dalam dua hari terakhir.
Bahkan, harga kedelai impor mengalami kenaikan yang cukup tinggi mencapai Rp5.000 per kilogram sejak Rabu (20/5/2026) kemarin.
Selain kedelai impor, kenaikan harga juga terjadi pada kedelai lokal meski tidak signifikan, yakni hanya sebesar Rp700 per kilogram menjadi Rp11.200.
Sebagai informasi, kedelai merupakan bahan baku pembuatan tempe dan tahu.
Ternyata kenaikan harga tersebut berimbas kepada pedagang makanan yang menggunakan tempe maupun tahu sebagai bahan baku.
Pedagang Tahu Kupat Pak Har di kawasan Manahan, Heri misalnya.
Harga Tempe Naik
Ia menyebut kurang dari sepekan ini harga tempe mengalami kenaikan.
Untuk tempe satuan yang biasa ia pakai sebagai bahan baku jualan, mengalami kenaikan mencapai Rp2.000 per 10 bungkus.
"Beberapa hari ini sudah ada kenaikan per jinah (per 10 bungkus) naik Rp2.000. Sebelumnya cuma Rp5.000 per jinah, sekarang Rp7.000," ungkap Heri saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (21/5/2026).
Baca juga: Tempe Gembus Mudah Dijumpai di Angkringan Solo, Ternyata Pernah Jadi Penyelamat Saat Krisis Pangan
Sementara untuk tahu sendiri, disebut Heri tidak mengalami kenaikan signifikan.
Namun, Heri menyebut ada perubahan ketebalan dari tahu yang ia beli. Jika sebelumnya agak tebal, akibat kenaikan harga kedelai ia menduga menjadi penyebab ketebalan tahu yang ia beli agak menyusut.
"Kalau tahu tidak ada perubahan harga. Tapi memang kalau tahu perubahannya itu di tingkat ketebalan. Beberapa waktu ini agak menipis sedikit," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/TEMPE-MAKIN-KECIL-Subandi-perajin-tempe-di-Dukuh-Bantulan-Banyudono-Boyolali.jpg)