Kasus HIV Aids di Solo

Penyebab Data HIV/AIDS Solo Urutan Kedua di Jateng, Ini Faktor Pemicunya

Dinkes Solo mengungkap data kasus HIV/AIDS, ternyata 80 persen bukan warga Solo.

Tayang:
TribunSolo.com/Rifatun Nadhiroh
ILUSTRASI. Foto pasien yang diinfus beberapa waktu lalu. Di Solo, kasus HIV Aids menduduki peringkat dua se-Jateng, Dinkes ungkap penyebabnya. 
Ringkasan Berita:
  • Dinas Kesehatan Kota Solo mencatat kasus HIV/AIDS mencapai 412 penderita. 
  • Kepala DKK Solo dr. Retno Erawati Wulandari menyebut sekitar 80 persen penderita yang terdata bukan warga Solo, melainkan berasal dari daerah sekitar. Warga Solo hanya sekitar 20 persen.
  • Banyak warga luar daerah memilih memeriksakan diri di Solo karena fasilitas kesehatan dinilai lebih lengkap dan privasi pasien lebih terjaga.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Dinas Kesehatan Kota Solo mengungkap alasan data kasus HIV/AIDS tercatat mencapai 412 penderita.

Data tersebut juga membuat Solo berada di urutan kedua kasus baru HIV/AIDS se-Jateng.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, dr. Retno Erawati Wulandari, mengatakan kebanyakan penderita yang ditemukan bukan berasal dari Solo.

Dia mengungkapkan sekitar 80 persen kasus yang ditemukan merupakan warga luar Kota Solo.

Baca juga: Solo Urutan Kedua Kasus HIV/AIDS di Jateng, Dinkes: Kebanyakan Warga Luar Solo

Sementara itu, warga Kota Solo hanya sekitar 20 persen.

“Dari kasus yang ditemukan di Solo, hanya 20 persen yang warga Solo, sisanya warga luar Solo,” kata dr. Retno pada Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, fasilitas kesehatan yang memadai menjadi salah satu alasan banyak warga luar daerah memilih melakukan pemeriksaan di Solo. Akibatnya, kasus yang terdeteksi menambah angka kasus untuk Kota Solo.

“Banyak warga dari kabupaten sekitar memilih memeriksakan diri di Solo karena fasilitas kesehatannya lebih lengkap dan mereka merasa lebih nyaman menjaga privasi status kesehatannya,” paparnya.

ILUSTRASI. Kasus HIV/AIDS di Solo menduduk peringkat dua di Jateng, ternyata 80 persen bukan warga Solo.
ILUSTRASI. Kasus HIV/AIDS di Solo menduduk peringkat dua di Jateng, ternyata 80 persen bukan warga Solo. (DOK. TribunSolo.com)

Terus Perkuat Layanan Kesehatan

Meski begitu, penguatan layanan kesehatan terus dilakukan untuk semua warga yang mengakses layanan kesehatan di Solo. Saat ini, seluruh puskesmas di Kota Surakarta sudah menjadi klinik PDP atau Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan bagi ODHIV.

“Kami juga melakukan penguatan layanan kesehatan. Seluruh puskesmas di Surakarta sudah menjadi klinik PDP untuk ODHIV. Peningkatan jejaring layanan dengan LSM juga dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus putus berobat atau lost to follow up, serta pemeriksaan konseling dan tes bagi populasi kunci yang dilaksanakan tim puskesmas bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat,” tambahnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved