Perebutan Tahta Keraton Solo

Polemik Kirab 1 Suro Keraton Solo, Satu Kubu Singgung Makar, Satu Lagi Ingin Rukun

Kirab Malam 1 Suro Keraton Solo jadi polemik karena dua kubu berencana akan menggelar kirab itu.

Tayang:
TribunSolo.com/Andreas Chris
KIRAB. Peringatan Malam 1 Suro seperti pada Minggu (7/7/2024) kali ini memang menjadi salah satu tradisi yang melekat hingga kini di Keraton Kasunanan Solo. Tahun ini ada polemik soal kirab, karena dua kubu Keraton Solo yang berkonflik akan menggelar bersamaan. 
Ringkasan Berita:
  • Kirab Malam 1 Suro Keraton Solo memicu polemik karena dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta disebut akan menggelar kirab pada tanggal yang sama, yakni 16 Juni 2026.
  • GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, memastikan Kirab Malam 1 Suro dari kubunya tetap akan digelar seperti biasa sesuai tradisi.
  • Menanggapi kemungkinan adanya dua kirab, GKRP Timoer menegaskan pihak yang menggelar prosesi adat di luar bebadan Sinuhun Pakubuwono XIV dianggap sebagai bentuk makar dan tidak diakui oleh pihaknya.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kirab Malam 1 Suro yang digelar Keraton Solo memicu polemik. 

Ini lantaran dua kubu disebut akan menjalankan kirab tersebut di tanggal yang sama yakni 16 Juni 2026 mendatang. 

Terkait kemungkinan dua kirab dalam satu waktu ini, Pengageng Sasana Wilapa PB XIV Purboyo GKRP Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menanggapi. 

Ditemui pada Kamis (4/6/2026). GKRP Timoer yang saat itu memakai kaca mata mengatakan, Kirab 1 Suro akan digelar seperti biasa. 

Baca juga: Kirab Malam 1 Suro 2026 Berpotensi Digelar Dua Kubu Keraton Solo, Tedjowulan Minta Saling Rukun

Sementara itu, soal dua kirab dalam satu waktu, GKRP Timoer menegaskan, siapapun yang menggelar prosesi adat selain dari bebadan Sinuhun Purboyo, maka itu adalah bentuk makar.

“Kami tidak mau menanggapi kubu sebelah atau apa pun. Menurut saya, keraton sudah ada raja, di mana rajanya adalah PB XIV, adik bungsu saya. Itu sudah cukup. Saya tidak mau menanggapi siapa pun yang di luar bebadan Sinuhun Pakubuwono XIV yang akan melakukan apa pun. Saya tidak ingin menanggapi karena itu adalah makar,” ungkap GKRP Timoer yang memakai batik saat ditemui di Sasana Hadi, Kamis (4/6/2026).

5 Kebo Bule Kiai Slamet yang menjadi penunjuk jalan dalam kirab Malam 1 Suro saat berada di depan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta, Rabu (19/7/2023)
KIRAB. 5 Kebo Bule Kiai Slamet yang menjadi penunjuk jalan dalam kirab Malam 1 Suro saat berada di depan Kori Kamandungan Keraton Kasunanan Surakarta, Rabu (19/7/2023) (Tribunsolo.com/Andreas Chris)

Berharap Tak Ada Gejolak

Sementara itu, juru bicara Pelaksana Keraton Solo KGPHPA Tedjowulan, KP Pakoenagoro mengatakan, soal dua kirab dalam satu waktu, Tedjowulan menginginkan agar suasana tetap dingin. 

Ini dengan dua kubu bisa menjalin kerukunan.

“Itu dia yang menjadi perhatian Gusti Tedjowulan. Harapan beliau, rukun dan kompak. Kalau kemarin itu kan Grebeg Besar, oke lah, dua tanggal. Tapi kalau Malam 1 Suro tidak bisa dua tanggal,” tutur KP Pakoenagoro.

Meski begitu, mengingat kedua kubu masih belum bisa mencapai kesepakatan, ia mengaku cukup khawatir dengan bertemunya dua kelompok ini.

“Artinya, kalau masih ada kepentingan personal atau kelompok, lebih dari satu kelompok bertemu di satu malam dan satu tempat, dinamikanya cukup mengkhawatirkan,” jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved