Berita Persis Solo

Terpengaruh Sanksi Tanpa Penonton, Persis Solo Rugi Ratusan Juta

Persis Solo mengaku merugi hingga ratusan juta. Ini dampak sanksi tanpa penonton di Stadion Manahan.

Tayang:
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
STADION MANAHAN - Aksi protes kembali dilakukan suporter Persis Solo usai tumbang dari tim tamu Persib Bandung di Stadion Manahan Solo dengan skor 0-1, pada Sabtu (31/1/2026). Dampak sanksi tanpa penonton, Persis Solo merugi ratusan juta. 

Ringkasan Berita:
  • Persis Solo mengaku terdampak kerugian akibat sanksi tanpa penonton di Stadion Manahan, usai keributan saat laga melawan Persijap Jepara.
  • Sanksi dua laga tanpa penonton membuat Persis kehilangan potensi pemasukan, yang biasanya mencapai Rp500 juta hingga Rp1 miliar per pertandingan.
  • Meski terdampak, manajemen memastikan kondisi finansial klub tetap aman dan kewajiban, termasuk sewa stadion, akan tetap dipenuhi.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Persis Solo mengakui terdampak kerugian akibat sanksi tanpa penonton pada laga kandang di Stadion Manahan.

Hal ini disampaikan Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, pada Selasa (14/4/2026).

Ia mengatakan, ada dampak dari sanksi yang diterima Persis Solo imbas keributan dalam laga lanjutan Super League antara Laskar Sambernyawa vs Persijap Jepara.

Hal tersebut membuat Persis Solo kehilangan salah satu sumber pemasukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persis Solo terkena sanksi larangan menggelar pertandingan dengan penonton di Stadion Manahan sebanyak dua laga.

Padahal, Ginda menyebut dalam sekali menggelar pertandingan kandang, Persis Solo mampu mendapatkan pemasukan dari sektor penjualan tiket hingga merchandise mencapai ratusan juta.

Akibat larangan tersebut, diakui Ginda berdampak pada potensi pemasukan keuangan bagi klub.

Baca juga: Tunggak Sewa Stadion Manahan, Persis Solo Bantah Alami Masalah Finansial

"Berdampak terhadap potensi yang bisa kita dapatkan. Tadinya satu pertandingan kita bisa mendapatkan mungkin Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Yang tadinya bisa digunakan untuk kebutuhan tim, sekarang tanpa penonton tentu terganggu," urainya.

"Tapi ya, sebagai klub profesional, apa pun yang menjadi kewajiban akan kami penuhi," lanjut Ginda.

Ginda kembali menegaskan, meski pihaknya belum membayarkan uang sewa stadion, Persis Solo tetap berkoordinasi dengan Dispora Kota Solo.

"Pastilah komunikasinya baik. Di sisi lain, kami juga membuat acara goes to school, pemberdayaan anak-anak muda supaya mengenal sepak bola dan sebagainya. Apa yang bisa dikolaborasikan Persis demi kepentingan kota pasti akan kami lakukan," pungkasnya.

AKUI RUGI. Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan beberapa waktu lalu. Dia mengaku Persis Solo merugi terdampak sanksi tanpa penonton.
AKUI RUGI. Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan beberapa waktu lalu. Dia mengaku Persis Solo merugi terdampak sanksi tanpa penonton. (Dok.TribunSolo)

Bantah Kesulitan Finansial

Manajemen Persis Solo menepis isu terkendala masalah finansial di tengah kabar uang sewa Stadion Manahan belum terbayarkan mencapai Rp1,5 miliar.

Pernyataan tersebut diungkap oleh Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, yang menegaskan bahwa klub berjuluk Laskar Sambernyawa tersebut dalam kondisi aman secara finansial.

Meski demikian, Ginda menegaskan bahwa sebagai klub profesional, ada sejumlah sektor yang menjadi sumber pemasukan bagi tim.

"Nggak (ada masalah finansial), kita tahu namanya perusahaan juga bergantung pada keuangan, sponsor, dan sebagainya. Kita menyamakan persepsi supaya tim ini bisa bermain semaksimal mungkin," tegas Ginda kepada awak media melalui sambungan telepon, Selasa (14/4/2026).

  (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved