Berita Persis Solo

Eks Pemain Soroti Pergantian Pemain Asing Jadi Kendala Persis Solo Keluar dari Zona Degradasi

Perjuangan Persis Solo keluar dari ancaman degradasi pada kompetisi Super League 2025/2026 usai menekuk Dewa United

Tayang:
Tribunnews/Muhammad Nursina/Tribun Network
SELEBRASI - Selebrasi pesepak bola Persis Solo, Luka Dumancic setelah mencetak gol ke gawang Dewa United dalam pertandingan Super League di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (16/5/2026) malam. (TRIBUNNEWS/Muhammad Nursina) 

Ringkasan Berita:
  • Mantan pemain Persis Solo, Mochamad Shulton Fajar, menilai performa tim yang belum stabil di kompetisi Super League 2025/2026 dipengaruhi banyaknya pergantian pemain asing usai putaran pertama. 
  • Menurutnya, perubahan tersebut membuat chemistry antarpemain belum terbentuk maksimal sehingga berdampak pada permainan tim, baik dalam menyerang maupun bertahan.
  • Shulton melihat perkembangan positif dalam beberapa laga terakhir, termasuk kemenangan penting atas Dewa United di Stadion Manahan. 

 

Laporan Wartawa TribunSolo.com, Anang Ma'ruf

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perjuangan Persis Solo keluar dari ancaman degradasi pada kompetisi Super League 2025/2026 tak lepas dari berbagai persoalan yang muncul sejak awal musim.

Salah satu sorotan datang dari eks pemain Persis Solo yang turut membawa Laskar Sambernyawa promosi ke kasta tertinggi pada 2021, Mochamad Shulton Fajar.

Baca juga: Persis Solo Menang atas Dewa United, Shulton Fajar: Peluang Bertahan Masih Ada

Baca juga: Persis Solo Pangkas Jarak dari Zona Aman, Milo: Kita Terus Fight dan Ingin Bertahan

Menurut Shulton, performa Persis Solo yang kurang stabil musim ini dipengaruhi oleh belum padunya komposisi pemain.

Terutama setelah banyaknya perubahan pemain asing yang terjadi usai putaran pertama kompetisi.

Ia menilai, pergantian pemain dalam jumlah cukup banyak membuat chemistry antarpemain membutuhkan waktu lebih panjang untuk terbentuk.

Kondisi itu berdampak terhadap permainan tim yang sulit berkembang secara maksimal.

“Setelah putaran pertama selesai memang terjadi banyak perubahan pemain asing. Mungkin pemain masih belum kompak atau belum menyatu, itu salah satu kendala sulit mengembangkan permainan,” ujarnya, Minggu (17/5/2026).

Shulton mengatakan, dalam sepak bola modern, kekompakan tim menjadi faktor penting yang tidak bisa dibangun secara instan.

Pergantian pemain, terutama di sektor asing yang biasanya menjadi tulang punggung permainan, memerlukan proses adaptasi yang tidak sebentar.

Menurutnya, situasi tersebut terlihat dalam beberapa pertandingan Persis Solo musim ini.

Permainan tim dinilai kerap belum stabil, baik dalam membangun serangan maupun menjaga konsistensi di lini pertahanan.

“Kalau banyak perubahan tentu pemain perlu penyesuaian lagi, baik dengan strategi pelatih maupun karakter teman satu tim. Itu pasti mempengaruhi permainan di lapangan,” katanya.

Meski begitu, pemain sepak bola lima musim beragabung di Persis Solo itu melihat adanya perkembangan dalam permainan Persis Solo pada beberapa laga terakhir.

Chemistry yang Lebih Baik

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved