Berita Persis Solo

Periode Berat Kiper Persis Solo Muhammad Riyandi : Satu-satunya Pemain Timnas yang Terdegradasi

Pada akhir musim, Laskar Sambernyawa dipastikan finis di zona tiga terbawah, yang berarti harus turun kasta ke Championship.

Tayang:
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Andreas Chris
JELANG DERBY MATARAM - Kiper utama Persis Solo, Muhammad Riyandi, saat ditemui di sela acara BRI Super League goes to Campus di UMS, Kamis (6/11/2025) siang. Kiper Muhammad Riyandi menjalani periode kontras di penghujung musim 2025/26. 
Ringkasan Berita:
  • Kiper Persis Solo Muhammad Riyandi mengalami musim berat 2025/26 saat klub terdegradasi dari Super League, meski tetap mendapat panggilan timnas Indonesia.
  • Riyandi mencatat 23 laga dengan 45 kebobolan dan sempat tersisih akibat blunder serta persaingan dengan kiper baru di bawah asuhan Milomir Seslija.
  • Meski Persis turun kasta, ia tetap dipanggil pelatih John Herdman untuk TC timnas jelang ASEAN Cup 2026 bersama dua kiper lainnya.

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kiper Muhammad Riyandi menjalani periode kontras di penghujung musim 2025/26.

Di satu sisi ia tetap mendapat panggilan tim nasional Indonesia, namun di sisi lain harus menerima kenyataan pahit bersama klubnya, Persis Solo, yang terdegradasi dari Super League.

Riyandi menjadi satu-satunya pemain dalam skuad timnas yang mengalami degradasi musim ini, menjadikannya sorotan tersendiri dalam komposisi Garuda jelang agenda internasional.

Baca juga: Evaluasi Besar-besaran Persis Solo, Ginda Sebut Struktur Manajemen Klub Berpotensi Dibongkar

Musim Berat Bersama Persis Solo

Sejak awal musim, Persis Solo yang dimiliki oleh Kaesang Pangarep sudah berada dalam situasi sulit dan berkutat di papan bawah Super League 2025/26.

Pada akhir musim, Laskar Sambernyawa dipastikan finis di zona tiga terbawah, yang berarti harus turun kasta ke Championship.

Sebagai penjaga gawang utama, Riyandi turut menjalani musim yang tidak mudah.

Ia mencatat 23 penampilan dengan kebobolan 45 gol, angka yang menunjukkan rapuhnya lini pertahanan Persis sepanjang musim.

Baca juga: Coretan Sindiran hingga Segel di Persis Solo Store Mulai Hilang, Begini Kondisinya Sekarang

Dalam beberapa pertandingan, Riyandi juga sempat melakukan kesalahan yang berujung gol lawan, termasuk blunder saat menghadapi Dewa United. Situasi tersebut membuat posisinya sempat tidak sepenuhnya aman di bawah asuhan pelatih Milomir Seslija.

Pada paruh musim, Persis bahkan mendatangkan kiper asal Serbia, Vukasin Vranes, sebagai pesaing di bawah mistar gawang.

Tetap Dipanggil Timnas Indonesia

Meski performanya di klub menuai sorotan, pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, tetap memasukkan nama Riyandi ke dalam daftar pemain.

Riyandi dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas jelang ASEAN Cup 2026 yang berlangsung pada 26–30 Mei.

Ia tergabung dalam 23 pemain yang dipanggil, bersama dua kiper lainnya yakni Cahya Supriadi (PSIM Jogja) dan Nadeo Argawinata (Borneo FC).

Menariknya, Riyandi menjadi satu-satunya pemain dalam skuad tersebut yang berasal dari klub yang baru saja terdegradasi dari kompetisi kasta tertinggi.

Baca juga: Persis Solo Resmi Terdegradasi ke Liga 2, Dialog dengan Suporter Segera Digelar

Beda Skuad dengan Tim Utama Garuda

Skuad ini disebut berbeda dari tim utama yang diproyeksikan untuk FIFA Matchday Juni hingga Piala Asia 2027.

Pada komposisi inti tersebut, terdapat dua nama kiper naturalisasi, yakni Maarten Paes dan Emil Audero Mulyadi, yang diproyeksikan menjadi pilihan utama di level kompetisi lebih besar.

Hal ini membuat posisi Riyandi berada dalam persaingan ketat untuk mempertahankan tempat di tim nasional.

Harapan Bangkit Bersama Persis

Meski musim ini berakhir pahit, masa depan Riyandi bersama Persis Solo masih menjadi tanda tanya. Dengan statusnya sebagai pemain timnas, muncul pertanyaan apakah ia akan tetap bermain di kasta kedua pada musim depan.

Namun pelatih Milomir Seslija sebelumnya menegaskan keyakinannya bahwa Persis Solo tidak pantas berada di divisi bawah.

“Saya pikir Persis Solo dan para penggemar Persis Solo tidak pantas berada di divisi kedua,” ujar Milo.

“Mereka akan segera kembali karena mereka perlu kembali ke divisi pertama. Mereka pantas berada di sana, mereka memiliki penggemar yang fantastis, stadion yang fantastis, fasilitas yang fantastis, dan ini sungguh menyedihkan,” tambahnya.

Dengan situasi tersebut, masa depan Riyandi kini berada di persimpangan antara perjuangan membangkitkan klub dan menjaga posisinya di level tertinggi sepak bola nasional.

Dapatkan respons yang lebih pintar, unggah file dan gambar, dan lainnya.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved