Wisata di Sragen

Ide Wisata di Sragen Saat Long Weekend, Tak Cuma Liburan Tapi Menambah Ilmu

Kawasan Situs Purba Sangiran dan museum-museum klasternya buka setiap hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TribunTravel
MUSEUM SANGIRAN - Area ruang pamer Museum Manusia Purba Sangiran, rekomendasi tempat wisata edukatif di Sragen, Jawa Tengah, 2023. 

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kabupaten Sragen, yang dikenal sebagai “Bumi Sukowati”, tak hanya menyimpan pesona alam dan sejarah, tetapi juga memiliki deretan wisata edukasi yang menarik dan populer.

Berdasarkan data Sragen Dalam Angka 2024, tercatat total pengunjung wisata edukasi di kabupaten ini mencapai 91.281 orang dalam setahun terakhir.

Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata berbasis pengetahuan.

Berikut ini adalah empat objek wisata edukasi paling banyak dikunjungi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah:

1. Situs Purba Sangiran

Festival jerami purba di Sangiran, Sragen, Sabtu (28/10/2023).
WISATA SRAGEN - Festival jerami purba di Sangiran, Sragen, Sabtu (28/10/2023). (TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari)

Terletak di Kalijambe, sekitar 40 km dari pusat Kota Sragen dan hanya 17 km dari Solo, Situs Purba Sangiran adalah destinasi edukasi paling populer di Sragen.

Situs ini menyimpan ribuan fosil dari zaman Pleistosen, termasuk fosil manusia purba seperti Homo erectus.

Sejak Desember 1996, Sangiran resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO (nomor 593).

Museum Sangiran menampilkan lebih dari 13.685 fosil, mulai dari tengkorak manusia, fosil hewan, batuan, hingga peralatan zaman prasejarah.

2. Museum Klaster Ngebung

Warga dan petugas melihat fosil gading gajah purba Stegodon yang ditemukan di Dukuh Ngebung, RT 4, RW 2, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen
FOSIL DI SRAGEN - Warga dan petugas melihat fosil gading gajah purba Stegodon yang ditemukan di Dukuh Ngebung, RT 4, RW 2, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen (TribunSolo.com / Septiana Ayu)

Museum ini juga merupakan bagian dari kawasan Situs Sangiran.

Di sini, pengunjung bisa menyaksikan diorama peneliti yang menggambarkan eksplorasi fosil di masa lampau.

Berbagai alat bantu audio visual dan panel interaktif disediakan untuk memperkaya pengalaman belajar pengunjung, khususnya tentang proses arkeologi dan sejarah manusia purba.

3. Museum Manyarejo

WISATA SRAGEN - Pengunjung di Museum Manyarejo merupakan museum yang terletak paling jauh dari Museum Krikilan, Sangiran, pada 2017 lalu.
WISATA SRAGEN - Pengunjung di Museum Manyarejo merupakan museum yang terletak paling jauh dari Museum Krikilan, Sangiran, pada 2017 lalu. (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

Terletak tak jauh dari Museum Klaster Bukuran, Museum Manyarejo didedikasikan untuk mengenang jasa para peneliti, arkeolog, dan warga lokal yang berperan penting dalam penemuan fosil dan pengembangan Museum Sangiran.

Tempat ini juga menyimpan berbagai temuan penting yang menjadi bagian dari sejarah evolusi manusia.

4. Museum Klaster Bukuran

WISATA SRAGEN - Tampak depan Museum Manusia Purba Klaster Bukuran, Sragen, Jawa Tengah.
WISATA SRAGEN - Tampak depan Museum Manusia Purba Klaster Bukuran, Sragen, Jawa Tengah. (visitjawatengah.jatengprov.go.id)

Sebagai museum pendukung Situs Sangiran, Museum Klaster Bukuran menyimpan sebagian besar fosil Homo erectus yang ditemukan di wilayah Sangiran.

Museum ini menyajikan materi edukatif mengenai teori evolusi dengan pendekatan interaktif dan multimedia.

Lokasinya berada di wilayah Bukuran, menjadikannya tempat belajar yang menarik bagi pelajar dan peneliti.

5. Museum Miri

Museum Miri, yang berada di kompleks SDN 1 Girimargo, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Museum ini menyajikan zaman purba di kawasan Sangiran dengan sejumlah fosil hewan hingga akar bakau.
WISATA EDUKASI SRAGEN - Museum Miri, yang berada di kompleks SDN 1 Girimargo, Desa Girimargo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Museum ini menyajikan zaman purba di kawasan Sangiran dengan sejumlah fosil hewan hingga akar bakau. (Tribunsolo.com/Septiana Ayu Lestari)

Museum Purba Miri merupakan museum daerah pertama yang dimiliki oleh Kabupaten Sragen.

Museum Miri bukan sekadar tempat untuk melihat koleksi fosil, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah geologi di Kecamatan Miri.

Penelitian mengenai fosil dan sejarah bumi di wilayah ini dimulai dengan menyusuri sungai dari kawasan Sangiran hingga Waduk Kedung Ombo.

Proses penelitian yang berlangsung selama beberapa tahun ini mengungkapkan temuan fosil yang sangat penting, terutama fosil-fosil hewan purba.

 Kawasan Situs Purba Sangiran dan museum-museum klasternya buka setiap hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 – 16.00 WIB.

Jadi, jika Tribuners sedang berada di Sragen atau berencana berlibur ke Jawa Tengah, wisata edukasi ini patut masuk dalam daftar kunjungan Anda.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved