Wisata di Sragen
Ide Wisata di Sragen Saat Long Weekend, Tak Cuma Liburan Tapi Menambah Ilmu
Kawasan Situs Purba Sangiran dan museum-museum klasternya buka setiap hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 – 16.00 WIB.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Kabupaten Sragen, yang dikenal sebagai “Bumi Sukowati”, tak hanya menyimpan pesona alam dan sejarah, tetapi juga memiliki deretan wisata edukasi yang menarik dan populer.
Berdasarkan data Sragen Dalam Angka 2024, tercatat total pengunjung wisata edukasi di kabupaten ini mencapai 91.281 orang dalam setahun terakhir.
Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap wisata berbasis pengetahuan.
Berikut ini adalah empat objek wisata edukasi paling banyak dikunjungi di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah:
1. Situs Purba Sangiran
Terletak di Kalijambe, sekitar 40 km dari pusat Kota Sragen dan hanya 17 km dari Solo, Situs Purba Sangiran adalah destinasi edukasi paling populer di Sragen.
Situs ini menyimpan ribuan fosil dari zaman Pleistosen, termasuk fosil manusia purba seperti Homo erectus.
Sejak Desember 1996, Sangiran resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO (nomor 593).
Museum Sangiran menampilkan lebih dari 13.685 fosil, mulai dari tengkorak manusia, fosil hewan, batuan, hingga peralatan zaman prasejarah.
2. Museum Klaster Ngebung
Museum ini juga merupakan bagian dari kawasan Situs Sangiran.
Di sini, pengunjung bisa menyaksikan diorama peneliti yang menggambarkan eksplorasi fosil di masa lampau.
Berbagai alat bantu audio visual dan panel interaktif disediakan untuk memperkaya pengalaman belajar pengunjung, khususnya tentang proses arkeologi dan sejarah manusia purba.
3. Museum Manyarejo
Terletak tak jauh dari Museum Klaster Bukuran, Museum Manyarejo didedikasikan untuk mengenang jasa para peneliti, arkeolog, dan warga lokal yang berperan penting dalam penemuan fosil dan pengembangan Museum Sangiran.
Tempat ini juga menyimpan berbagai temuan penting yang menjadi bagian dari sejarah evolusi manusia.
4. Museum Klaster Bukuran
Sebagai museum pendukung Situs Sangiran, Museum Klaster Bukuran menyimpan sebagian besar fosil Homo erectus yang ditemukan di wilayah Sangiran.
Museum ini menyajikan materi edukatif mengenai teori evolusi dengan pendekatan interaktif dan multimedia.
Lokasinya berada di wilayah Bukuran, menjadikannya tempat belajar yang menarik bagi pelajar dan peneliti.
5. Museum Miri
Museum Purba Miri merupakan museum daerah pertama yang dimiliki oleh Kabupaten Sragen.
Museum Miri bukan sekadar tempat untuk melihat koleksi fosil, tetapi juga menjadi saksi perjalanan sejarah geologi di Kecamatan Miri.
Penelitian mengenai fosil dan sejarah bumi di wilayah ini dimulai dengan menyusuri sungai dari kawasan Sangiran hingga Waduk Kedung Ombo.
Proses penelitian yang berlangsung selama beberapa tahun ini mengungkapkan temuan fosil yang sangat penting, terutama fosil-fosil hewan purba.
Kawasan Situs Purba Sangiran dan museum-museum klasternya buka setiap hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 – 16.00 WIB.
Jadi, jika Tribuners sedang berada di Sragen atau berencana berlibur ke Jawa Tengah, wisata edukasi ini patut masuk dalam daftar kunjungan Anda.
(*)
| Ada Penginapan Nuansa Jadul Konsep Pedukuhan di Sendang Kun Gerit Sragen, Harga Per Malam Terjangkau |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata di Sragen : Relaksasi di Pemandian Air Panas Bayanan, Bisa untuk Terapi |
|
|---|
| 5 Petilasan di Sragen Jateng untuk Wisata Religi : Ada Makam Tokoh-tokoh Bersejarah |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata di Sragen : Ndayu Park Bisa jadi Pilihan, Tawarkan Wahana Lengkap untuk Keluarga |
|
|---|
| Rekomendasi Wisata di Sragen : The New Kemukus Tawarkan Destinasi Alam dan Religi, Harga Tiket Murah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Area-ruang-pamer-Museum-Manusia-Purba-Sangiran.jpg)