TribunSolo/
Home »

Solo

Sidang Dugaan Penipuan WN Korea di Solo, Saksi Pihak Anthony Sebut Agen Tidak Bisa Dipidanakan

Menurutnya, Pasal tersebut dapat berlaku jika pelaku utama dapat memberikan kesaksian terkait peran yang dilakukan oleh Antonius.

Sidang Dugaan Penipuan WN Korea di Solo, Saksi Pihak Anthony Sebut Agen Tidak Bisa Dipidanakan
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Suasana persidangan dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat Ketua Real Estate Indonesia (REI) Cabang Kota Solo, Antonius Hendro Prasetyo di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo, Selasa (14/11/2017). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Saksi ahli dugaan kasus penipuan dan penggelapan yang menjerat Ketua Real Estate Indonesia (REI) Cabang Kota Solo, Antonius Hendro Prasetyo di Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo menyebut bahwa seorang agen tidak dapat dipidanakan.

"Menurut pendapat saya, agen yang sudab menyelesaikan tugasnya, yakni mempertemukan penjual dan pembeli tidak dapat dipidanakan," kata pakar ahli hukum pidana Prof Dr Mahmutarom HR, SH, MH dalam persidangan , Selasa (14/11/2017).

"Jerat hukum pidana yang disangkakan terhadap terdakwa dapat berlaku jika terdakwa dalam kasus tersebut, Antonius Hendro Prasetyo tidak melaksanakan tugasnya sesuai fungsi sebagai seorang agen," paparnya di depan majelis hakim yang diketuai Hakim Agus Iskandar tersebut.

Baca: Rencana Ngunduh Mantu Kahiyang, Satlantas Polrestabes Medan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Mahmutarom yang juga Rektor Universitas Wachid Hasyim (Unwahas) memaparkan jika terdakwa tidak mempertemukan buyer dengan penjual maupun membawa kabur uang sejumlah uang yang telah dititipkan maka baru bisa dikasuskan.

"Namun jika seorang agen sudah melakukan tugasnya, kemudian ada masalah dengan penjual dan pembeli, itu si agen sudah tidak terseret," katanya.

Menurutnya, pasal 378 tentang penipuan berlaku, jika sebelum terjadinya PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) yang bersangkutan (terdakwa) mengaku sebagai penjual untuk mengelabui pembeli, atau merubah identitas dan unsure-unsur lain guna mendapat keuntungan.

Sedangkan, Pasal 362 (tentang penggelapan) berlaku, jika yang bersangkutan tidak menyetorkan sejumlah uang kepada penjual atau pihak lain untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi.

Mahmutarom juga mengemukakan terkait diberlakukan Pasal 55 tentang turut serta dalam melakukan pemufakatan jahat terhadap terdakwa.

Halaman
12
Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help