Tak Sekedar Tujuan Wisata, Candi Cetho di Karanganyar Ini Jadi Tempat Ibadah Umat Hindu
Candi Cetho merupakan candi peninggalan Hindu yang berlokasi di lereng barat Gunung Lawu.
Penulis: Daryono | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR – Candi Cetho merupakan candi peninggalan Hindu yang berlokasi di lereng barat Gunung Lawu.
Tepatnya di Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Karanganyar.
Selain sebagai wahana wisata edukatif, Candi Cetho juga digunakan sebagai tempat ibadah bagi umat Hindu.
Menurut Winarno, juru pelihara Candi Cetho, 80% warga sekitar Candi Cetho menganut agama hindu.
Sehingga masih banyak masyarakat yang melakukan ibadah atau ritual di Candi Cetho.
Baca: Termasuk di Karanganyar, Pilkada di 19 Daerah di Indonesia hanya Diikuti Calon Tunggal
Selain warga sekitar, juga terdapat beberapa warga daerah lain yang turut melakukan ibadah, terutama umat Hindu yang berasal dari Bali.
Mereka datang untuk menghormati para leluhur mereka.
Pantauan TribunSolo.com, Senin (15/1/2018) terdapat beberapa orang yang melakukan ritual dengan meletakkan sesaji di sekitar candi.
Heri Suwardi, pemangku agama hindu di Candi Cetho menjelaskan terdapat beberapa ritual atau ibadah yang dilakukan umat Hindu daerah tersebut.
Salah satunya adalah ibadah Siwaratri.
"Itu bentuk penghormatan kepada Dewi Ratri yang sudah melakukan penyelamatan di bumi," ungkap Heri kepada TribunSolo.com, Senin (15/1/2018).
Selain Siwaratri juga terdapat ibadah lain seperti Galungan, Kuningan, Mondosio, Nyepi, Ngembak Geni dan sebagainya.
Baca: Anjasmara Unggah Foto Ikut Prosesi Upacara Adat Hindu, Netter : Waduh, Sudah Murtad?
Selain diikuti umat Hindu, terdapat pula suatu kegiatan yang dapat diikuti oleh seluruh masyarakat di sekitar Candi Cetho.
Yaitu ritual Bersih Desa.
Bersih Desa dilakukan oleh seluruh masyarakat tak terkecuali umat non Hindu di desa tersebut.(Magang TribunSolo.com/Halimah Nina)