Kisah 14 Ribu Tahun Silam Ini Bisa Jadi Jawaban Mengapa Manusia Menyayangi Anjing

Ternyata, cara kita dalam merawat anjing seperti sekarang ini sudah dilakukan selama berabad-abad lamanya bahkan sampai ke zaman prasejarah.

Kisah 14 Ribu Tahun Silam Ini Bisa Jadi Jawaban Mengapa Manusia Menyayangi Anjing
ISTIMEWA
Ilustrasi anjing 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM -- Kita menyayangi anjing sebagai hewan peliharaan, sampai membelikan mereka pakaian, makanan, atau tempat tidur.

Anjing memang begitu dekat dengan manusia dan dikenal sebagai teman terbaik manusia karena suatu alasan.

Ternyata, cara kita dalam merawat anjing seperti sekarang ini sudah dilakukan selama berabad-abad lamanya bahkan sampai ke zaman prasejarah.

Dilansir TribunSolo.com dari nationalgeographic.com, Selasa (27/2/2018), sebuah studi baru dalam Journal of Archaeological Science menemukan sebuah kisah dimana pemilik anjing pada zaman prasejarah dahulu merawat anak anjing yang sakit selama berminggu-minggu menjelang kematian akhirnya.

Baca: Ajudan Bupati Nonaktif Rita Widyasari Curhat Arlojinya Habis Disita KPK, Begini Respons Hakim

Hal itu didasarkan pada temuan seekor anjing, pria, dan wanita, bersama dengan beberapa benda seperti tanduk, tulang, dan gigi di sebuah kuburan di Oberkassel, sekarang menjadi kota pinggiran di Bonn, Jerman, pada 1914 silam.

Fosil itu disebut bagian dari era Paleolitik, sekitar 14.000 tahun silam.

Dari temuan tersebut, bisa disebut, ada semacam keterikatan emosional yang sama seperti cara kita merawat sekarang ini.

Analisis awal menyebutkan, anjing tersebut tidak hanya dijinakkan, tetapi juga dirawat dengan banyak cinta dan kasih sayang.

Baca: Jika Valentino Rossi Pensiun, Bagaimana Cara MotoGP Agar Tetap Populer?

Analisis gigi anjing tersebut mengungkapkan bahwa umurnya sekitar 28 minggu saat meninggal dunia akibat sakit.

Satu-satunya cara agar anjing itu bisa bertahan hidup, menurut penulis penelitian Liane Giemsch, adalah dengan perhatian dari manusia, seperti memberinya makanan, memberinya tempat hangat, meletakkannya di tempat yang bersih, dan kenyamanan lainnya.

Analisis ini membuka pemikiran untuk mengetahui,manusia tampaknya memang sudah mempunyai kepekaan dalam merawat anjing. Jauh sebelum seperti yang dilakukan manusia pada abad ini. (*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved