Home »

Solo

32 Guru Besar UNS Main Ketoprak Meriahkan Dies Natalis ke-42

Sekretaris senat UNS Prof Sahid Teguh Widodo menjelaskan para Guru Besar secara umum memerankan tokoh utama.

32 Guru Besar UNS Main Ketoprak Meriahkan Dies Natalis ke-42
TRIBUNSOLO.COM/IMAM SAPUTRO
Ketoprak oleh para guru besar UNS dalam rangkaian peringatan Dies Natalis ke 42 UNS, Rabu (21/3/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - ​Sebanyak 32 guru besar Univesitas Sebelas Maret (UNS) Solo bermain ketoprak dalam memeriahkan Dies Natalis ke 42 UNS Solo di Auditorium UNS, Rabu (21/3/2018) malam. 

Para guru besar tanpa canggung memerankan peran masing-masing didukung oleh puluhan mahasiswa UNS yang ikut berperan dalam pementasan malam ini.

Pentas ketoprak mengangkat lakon 'Wahyu Angedhaton'.

Sekretaris senat UNS Prof Sahid Teguh Widodo menjelaskan para Guru Besar secara umum memerankan tokoh utama.

“Seperti Rektor UNS, Ravik Karsidi MS menjadi Pakoe Boewana II, kemudian guru besar FISIP UNS Pawito menjadi Kyai Kalipah Buyut, dan Ketua Senat UNS Suntoro memerankan Kyai Pekik Ibrahim,” kata Sahid, Rabu (21/3/2018).

Baca: 1.000 Driver Soloraya Berkumpul, Grab Gelar Momen Apresiasi Mitra

Ada juga Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Widodo Muktiyo berperan menjadi Pangeran Wijil, dan dekan FIB UNS Riyadi Santosa menjadi Tumenggung Tirtawiguna.

 “Kami berharap pentas ini bisa jadi puncak hiburan dies natalis tahun ini, gayeng-gayengan sekaligus memberikan sesuatu yang bisa diambil himahnya melalui pentas ini,” terangnya.

Menurutnya, ketoprak pimpinan ini juga bisa untuk memperkokoh ikatan antar petinggi UNS.

“Sekaligus dianggap sebagai media paling efektif untuk menyampaikan pesan pembangunan, kemajuan, dan rencana UNS ke depan,” kata Sahid.

Pentas ketoprak digarap dengan konsep kolosal dan disutradarai seniman senior ketoprak Solo Bambang Sugiarto.

Baca: Ajarkan Salam NAZI pada Seekor Anjing, YouTuber Ini Mendekam di Penjara

Adapun untuk penulis naskah oleh Tarjo W. Kusuma, sedangkan penata gerak Arko Kilat.

Komposisi musiknya diserahkan kepada musikus asal ISI yang dikenal dengan eksplorasi musik tradisi, Dedek Wahyudi.(*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help