Kembangkan Pasar Furnitur, Pelaku Usaha Indonesia Lirik Sumber Daya Alam Suriname
Bahkan dapat dikatakan 90 persen masih sangat alami, sehingga potensi Sumber Daya Alam (SDA) berupa kayu sangat memadai
Penulis: Garudea Prabawati | Editor: Putradi Pamungkas
Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Potensi hutan di Republik Suriname masih sangat besar.
Bahkan dapat dikatakan 90 persen masih sangat alami, sehingga potensi Sumber Daya Alam (SDA) berupa kayu sangat memadai.
Hal tersebut dikatakan oleh Yanti Rukmana, seorang pelaku usaha furnitur asal Boyolali, Jawa Tengah.
"Potensi itulah yang coba kami tangkap, salah satunya untuk lebih meluaskan penetrasi pasar furnitur kita di Indonesia ini," katanya saat berbincang dengan Tribunsolo.com, di tengah acara Kunjungan Delegasi Suriname ke Rumah Kriya Banjarsari, Surakarta, Kamis (7/6/2018).
Baca: Melaney Ricardo Ungkap Fakta Hal yang Dibenci Suami Bulenya Selama Delapan Tahun Menikah
Dalam pertemuan tersebut ada banyak poin tentunya yang dapat dikembangkan, dan direalisasikan menjadi hubungan kerja sama.
Sehingga, lanjutnya, dapat dikatakan Suriname menjadi potensi baru untuk memenuhi bahan baku furnitur berupa kayu.
"Terlebih antara Suriname dan Indonesia ada keterkaitan ras, setidaknya hubungan baik dapat menjadi langkah awal untuk kemudian dipertahankan," lanjutnya.
Pihaknya pun juga menyampaikan bahan baku kayu itu nantinya bisa diolah menjadi mebel untuk kemudian diekspor atau dikirim kembali ke Suriname.
Baca: Tahun Ini, 600 Warga Solo Terima Bantuan RTLH
Sehingga apabila pasarnya terbentuk, nanti kita bisa membangun pabrik mebel di Suriname dengan membawa sebagain tenaga produksi dari Indonesia.
Mebel itu tidak hanya untuk memenuhi masyarakat Suriname saja tapi juga negara-negara di sekitarnya.
Sementara itu salah satu delegasi dari Suriname yakni Laurentius Samiyo, berujar setidaknya hubungan baik ini dapat terus dikembangkan.
Baca: Ariel Tatum Dihujat Gara-gara Pamer Foto Sedang Merokok, Balasannya : Saya Tidak Haus Pujian!
"Indonesia merupakan tanah kelahiran nenek moyangku, dan ternyata banyak sektor bisnis yang bisa digarap," katanya.
Sehingga pada akhirnya dapat menguntungkan baik bagi Suriname maupun Indonesia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/suasana-kunjungan-delegasi-suriname-ke-rumah-kriya-banjarsari_20180607_203408.jpg)