Tanggapi Demo Mahasiswa Fisioterapi soal BPJS Kesehatan, Sukasno Janji Sampaikan ke Pinwan DPRD Solo

Dalam pertemuannya dengan mahasiswa, Sukasno merespons dengan berjanji untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pimpinan dewan.

Tanggapi Demo Mahasiswa Fisioterapi soal BPJS Kesehatan, Sukasno Janji Sampaikan ke Pinwan DPRD Solo
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Mahasiswa IMFI membawa poster saat aksi damai di depan Gedung DPRD Surakarta, Jumat (3/8/2018) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ketua Fraksi PDI-P DPRD Solo, YF Sukasno menemui para mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Ikatan Mahasiswa Fisioterapi Indonesia (IMFI).

Para mahasiswa itu menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Solo, Jumat (4/8/2018). 

Dalam pertemuannya dengan mahasiswa, Sukasno merespons dengan berjanji untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pimpinan dewan.

"Saya sepintas membacanya, BPJS (Kesehatan) hanya menjaminnya (rehabilitasi medik,-Red) 2 kali, persoalan menjamin berapa kali kalau soal defisit saya nggak tahu," katanya Sabtu (4/8/2018) siang.

"Tapi kami merespon akan kami sampaikan kepada pimpinan dewan (Pinwan)," ujarnya.

Mahasiswa Fisioterapi di Solo Protes PerDir BPJS Kesehatan No 05 Tahun 2018, Ini Alasannya

Dirinya mengatakan bahwa Peraturan Direktur BPJS Kesehatan No 5 2018 ini dianggap bertentangan pada UU no 36 Tahun 2009, No 36 Tahun 2014 dan UU No 44 tahun 2009 mengenai standar profesi fisioterapi.

"Harapannya bisa ditinjau dan direvisi," katanya.

"Bisa saja apa yg disampaikan tadi benar, bahwa peraturan direktur ini bertentangan dengan UU kalau para terapis melakukan sesuai dengan peraturan direktur ini bisa saja melanggar UU," katanya.

Seperti diketahui, IMFI mengadakan aksi damai yang diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari berbagai Universitas pada Jumat (3/8/2018) siang.

Aksi damai ini diikuti oleh Akademi Fisioterapi Widya Husada Semarang, Universitas Aisyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Stikes Aisyah Surakarta, Poltekkes Surakarta, Yayasan Abdi Binangun Yogyakarta dan Stikes Nasional Surakarta.

Beredar Isu BPJS Tak Tanggung Operasi Katarak dan Persalinan, Ini Penjelasan BPJS Kesehatan

Dalam Unjuk rasa ini, mahasiswa menolak PerDir BPJS No 05 tahun 2018 tentang penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik dalam program Jaminan Kesehatan dan surat edaran BPJS No 0010 tahun 2014 kerena dianggap merugikan pasien.

Unjung rasa ini dimulai di depan kantor DPRD Solo.

Mahasiswa ini membawa beragam poster dan banner bertuliskan BPJS Defisit, Rakyat Menjerit, Mudahkan Akses Rakyat, Kembalikan Hak Kami #Fisioterapi hingga Rakyat Butuh Fisioerapi.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Daryono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help