Pemilu 2019

Bawaslu Sukoharjo Tegaskan Tabloid Kerja Nyata tak Mengandung Unsur Kampanye Hitam

Bawaslu Sukoharjo menegaskan Tabloid Kerja Nyata tidak mengandung unsur-unsur kampanye hitam.

Bawaslu Sukoharjo Tegaskan Tabloid Kerja Nyata tak Mengandung Unsur Kampanye Hitam
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Panwascam Grogol saat menerima tabloid Kerja Nyata dari PPD Kadokan, Kamis (31/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Bawaslu Sukoharjo menegaskan Tabloid Kerja Nyata tidak mengandung unsur-unsur kampanye hitam.

Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, mengatakan Tabloid Kerja Nyata hanya berisikan kesuksesan pemerintah.

"Di dalamnya hanya memuat keberhasilan Joko Widodo (Jokowi) selama menjabat sebagai Presiden RI," katanya kepada TribunSolo.com, Jumat (1/2/2019).

Bawaslu akan tetap terus mengawasi peredaran tabloid ini.

Meski informasi awalnya, tabloid diperuntukkan untuk internal PDI Perjuangan saja.

"Selama tabloid ini hanya beredar di dalam internal PDI-P saja tidak masalah," katanya.

Sempat Jadi Polemik, Tabloid Kerja Nyata Diserahkan pada Panwascam Grogol Sukoharjo

Dari tabloid 24 halaman ini, Bawaslu juga tidak menemukan unsur-unsur kampanye hitam.

"Dalam tabloid yang ditemukan di Grogol satu minggu lalu ini tidak ditemukan unsur-unsur kampanye hitam," katanya. 

Dia menambahkan tabloid tersebut juga bukan merupakan produk jurnalistik, karena tidak ditemukan keterangan redaksinya.

Dari informasi yang dihimpun Bawaslu Sukoharjo, sebanyak 280 eksemplar tabloid itu telah dicetak.

"Temuan dari kami alamat dan susunan redaksinya tidak ada, dan tidak ada black campaign, jadi itu tidak ada pealnggaran dengan Pemilu 2019," katanya.

Seusai Tabloid Indonesia Barokah, BPN Prabowo-Sandi Waspadai Tabloid Pembawa Pesan Masuk Solo

Diberitakan sebelumnya, Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Kadokan menyerahkan Tabloid berjudul Kerja Nyata kepada Panwascam Grogol, Sukoharjo, Kamis (31/1/2019).

Penemuan tabloid ini cukup menghebohkan warga karena bayang-bayang Tabloid Indonesia Barokah yang menjadi polemik.

Namun jika ada masyarakat yang merasa resah dengan tabloid itu, Bambang menghimbau untuk melaporkan ke Bawaslu terdekat. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved