Kerap Ditolak Sekolah, Anak Penderita HIV/AIDS di Solo akan Difasilitasi Pendidikan oleh Pemkot

Sering mendapat penolakan di sekolah, anak anak penderita HIV/AIDS di Kota Solo akan diusahakan untuk dapat bersekolah formal.

Kerap Ditolak Sekolah, Anak Penderita HIV/AIDS di Solo akan Difasilitasi Pendidikan oleh Pemkot
TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Wahyono, Solo, Selasa (12/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sering mendapat penolakan di sekolah, anak anak penderita HIV/AIDS di Kota Solo akan diusahakan untuk dapat bersekolah formal.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Solo, Wahyono, kepada TribunSolo.com.

"Sebanyak 14 anak-anak yang terkena HIV/AIDS kita tetap memfasilitasi karena anak itu usia sekolah tentu harus sekolah," katanya usai koordinasi penanganangan pendidikan anak HIV/AIDS di Balai Kota Solo, Selasa (12/2/2019) siang.

Dinas pendidikan memiliki 2 versi layanan, yakni pendidikan formal dan pendidikan non formal.

Fenomena HIV/AIDS di Karanganyar Disebut Mirip Gunung Es, Begini Penjelasannya

"Saat koordinasi penanganan tadi, tadi kami tawarkan kalau toh formal itu kesulitan karena formal itu ada berbagai hal di lingkungan tersebut," ujarnya.

Seperti guru, murid, orang tua murid, dan komite.

"Karena itu kita harus berkomunikasi, apalagi kalau itu sudah sekolah negeri dan ada kuotanya," ujarnya.

Sehingga untuk mengantisipasi penolakan terjadi kembali, pihaknya akan mengundang beberapa pihak.

Pengacara Sebut Belum Ada Solusi untuk 63 Ribu Jemaah Korban First Travel

Seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan sosialisasi kepada komite sekolah.

Selain itu pihaknya juga akan mengundang sekolah yang berada di sekitar Yayasan Lentera untuk berkoordinasi.

"Karena dari Yayasan Lentera menginginkan diusahakan secara maksimal untuk sekolah formal," ucapnya.

Hal tersebut terkait dengan kuota kelas di setiap sekolah.

"Kita lihat apakah sekolah sekolah tersebut ada yang kekurangan kuota atau memang sudauh penuh," katanya.

"Saya berusaha menindaklanjuti di Minggu ini," tutupnya.(*)

Penulis: Eka Fitriani
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved