Pemilu 2019

Ternyata Lumayan, Segini Upah untuk Pelipat dan Penyortir Kertas Suara Pemilu 2019 di KPU Sukoharjo

Sebanyak 75 orang diberdayakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jateng, untuk menyortir surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Ternyata Lumayan, Segini Upah untuk Pelipat dan Penyortir Kertas Suara Pemilu 2019 di KPU Sukoharjo
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi surat suara KPU. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 75 orang diberdayakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, Jateng, untuk menyortir surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Mereka dibagi dalam tujuh kelompok dan bertugas melakukan penyortiran serta pelipatan kertas suara di Kantor KPU Sukoharjo mulai hari ini, Selasa (5/3/2019) hingga besok, Rabu (6/2/2019).

Menurut Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, untuk menyejahterakan 75 petugas penyortiran dan pelipatan, mereka diberi ongkos yang fantastik.

"Untuk melakukan sortir dan lipat surat suara Pilpres tersebut, mereka mendapat upah Rp 50 per lembar," katanya.

Belum Terima Surat Suara Pileg, KPU Sukoharjo Terus Berkoordninasi dengan KPU RI dan KPU Provinsi

Dengan pembagian jumlah peliputan yang sama, 75 orang itu akan menerima upah yang sama.

"Jadi, surat suara Pilpres sebanyak 682.937 lembar kami bagi rata ke tujuh kelompok tersebut agar proses sortir dan lipat surat suara antar kelompok tidak tergesa-gesa dan berebut."

"Selama dua hari proses sortir dan pelipatan surat suara Pilpres tersebut, setiap pekerja akan mendapatkan honor diatas Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2019,"ujar dia.

Karena hal tersebut, setiap petugas diharapkan tidak tergesa-gesa dalam penyortiran dan peliputan surat suara.

682.937 Surat Suara Pilpres 2019 Mulai Disortir di KPU Sukoharjo, Beberapa Ditemukan Rusak

"Kalau surat suara tidak dibagi rata, dikhawatirkan mereka saling bersaing untuk mendapatkan honor banyak, sehingga proses penyortiran dan pelipatan dilakukan tergesa-gesa dan tidak teliti," ucap Nuril.

Adapun proses sortir dan pelipatan surat suara tersebut mendapat pengawasan dari Bawaslu dan pengamanan dari Polres Sukoharjo.

Selain setiap proses penyortiran dan pelipatan mendapat pengawasan, 75 orang ini juga harus menyerahkan fotokopi identitas diri kepada KPU Sukoharjo.

"Mereka (petugas setir lipat) harus menyerahkan fotocopy KTP dan KK kepada kami, tujuannya agar kita tahu mereka orang dari peserta pemilu atau tidak," pungkasnya (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved