BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Bayar Klaim dan Kapitasi Sekitar Rp 410 Miliar

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Surakarta merealisasikan pembayaran klaim dan kapitasi sebesar Rp 410.539.720.125.

BPJS Kesehatan Cabang Surakarta Bayar Klaim dan Kapitasi Sekitar Rp 410 Miliar
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Dr Bimantoro R (kiri), kepada TribunSolo.com, Selasa (16/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Surakarta merealisasikan pembayaran klaim dan kapitasi sebesar Rp 410.539.720.125, kepada 447 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 46 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) di area BPJS Kesehatan Surakarta.

“Pembayaran dilakukan telah dilakukan pada 15 April 2019," terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta,
Dr Bimantoro R, kepada TribunSolo.com, Selasa (16/4/2019).

Bimantoro menjelaskan jatuh tempo pembayaran klaim dan dana kapitasi disesuaikan dengan pengajuan dari FKRTL.  

Dikatakannya, secara nasional BPJS Kesehatan telah menggelontorkan dana Rp 11 triliun membayar utang klaim jatuh tempo BPJS Kesehatan kepada rumah sakit. 

Di luar itu, BPJS Kesehatan juga melakukan pembayaran sebesar Rp 1,1 triliun dalam bentuk dana kapitasi kepada FKTP.

Hingga Selasa, tagihan klaim rumah sakit yang lolos verifikasi dan sudah jatuh tempo akan dibayar BPJS Kesehatan dengan mekanisme first in first out.

"Urutan pembayarannya disesuaikan dengan catatan kami," imbuhnya.

20 Persen Badan Usaha di Soloraya Nunggak Bayar BPJS Ketenagakerjaan, Nilainya Sampai Miliaran

Rumah sakit yang lebih dulu mengajukan berkas secara lengkap, tentu transaksi pembayaran klaimnya akan diproses terlebih dulu.

Upaya menuntaskan pembayaran fasilitas kesehatan ini dapat terwujud karena ada dukungan penuh dari
Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan.

Menurut Bimantoro, setiap tanggal 15 merupakan tanggal pembayaran kapitasi untuk FKTP.

Oleh karena itu, ada kemungkinan pembayaran non kapitasi dan tagihan rumah sakit dibayarkan BPJS Kesehatan pada hari berikutnya.

Hal ini merupakan mekanisme pembayaran yang rutin dilakukan setiap bulan oleh BPJS Kesehatan.

"Biasanya mitra perbankan kami menjalankan transaksi untuk pembayaran kapitasi ini dulu, namun kami pastikan kewajiban pembayaran ke fasilitas kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku dapat dilakukan paling lambat hari ini," tegas Bimantoro.

Bimantoro mengatakan, dengan dibayarnya utang klaim jatuh tempo oleh BPJS Kesehatan kepada fasilitas kesehatan, diharapkan pihak fasilitas kesehatan juga bisa melakukan kewajibannya sesuai dengan yang dalam regulasi. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved