Astana Oetara Surakarta, Makam KGPAA Mangkunegoro VI, Keluarga dan Abdi Dalemnya

Menurut juru kunci Makam Astana Oetara, RM Haryanto, Mangkunegoro VI merupakan sosok pemimpin yang rendah hati.

Tayang:
Penulis: Labibzamani | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Makam KGPAA Mangkunegoro VI di Nayu, Nusukan, Banjarsari, Surakarta Jawa Tengah, Kamis (14/4/2016). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Labib Zamani

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Astana Oetara Kampung Nayu, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta Jawa Tengah merupakan makam Raja Pura Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro VI, keluarga dan abdi dalemnya.

Terletak di utara Kota Solo, di Makam Astana Oetara terdapat prasasti Mangkunegoro VI.

Prasasti tersebut menjelaskan tentang kepribadian Mangkunegoro VI.

Menurut juru kunci Makam Astana Oetara, RM Haryanto, Mangkunegoro VI merupakan sosok pemimpin yang rendah hati.

Nama kecil Mangkunegoro VI adalah Gusti RM Suyitno.

Usia 17 tahun Gusti RM Suyitno mendapat gelar Kanjeng Pangeran Aryo Dhayaningrat.

Kemudian tahun 1896 naik tahta menjadi KGPAA Mangkunegoro VI.

"KGPAA Mangkunegoro VI menjadi raja karena mengisi kekosongan setelah putra Mahkota Mangkunegoro V masih kecil," katanya.

Setelah usianya cukup, Mangkunegoro VI, kata Haryanto atas kehendak sendiri turun tahta digantikan putra Mahkota Mangkunegoro V.

Sampai akhirnya hijrah ke Surabaya bersama keluarga dan abdi dalemnya.

"Gusti Mangkunegoro VI meninggal minta di makamkan di sini (Astana Oetara) beserta keluarga dan abdi dalemnya." kata RM Haryanto. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved